PulihSeketika.Com - Tidak semua perjuangan hidup mempunyai penonton.
Tidak semua kerja keras mendapatkan tepuk tangan.
Tidak semua keberhasilan mempunyai foto untuk diunggah ke media sosial.
Ada perjuangan yang sangat sunyi.
Bangun pagi meskipun semalam sulit tidur.
Tetap berangkat bekerja ketika kepala sedang penuh.
Membayar satu tagihan meskipun setelahnya saldo rekening tinggal sedikit.
Mengirim lamaran pekerjaan lagi setelah berkali-kali ditolak.
Membuka toko meskipun kemarin hanya sedikit orang yang membeli.
Membuat karya meskipun belum banyak yang melihat.
Menyisihkan sedikit uang meskipun kebutuhan terus berdatangan.
Tidak ada panggung.
Tidak ada kamera.
Tidak ada orang yang berkata:
“Hebat sekali kamu.”
Tetapi kamu tetap melakukannya.
Besok kamu bangun lagi.
Mencoba lagi.
Menjalani lagi.
Dan menurutku, kita terlalu sering meremehkan perjuangan seperti ini hanya karena hasilnya belum terlihat besar.
Kita terbiasa menganggap kemenangan harus berbentuk sesuatu yang bisa diumumkan.
Padahal ada masa dalam hidup ketika kemenangan terbesar bukan tentang seberapa jauh kita melompat.
Kemenangan terbesar adalah ketika kita masih bersedia mengambil satu langkah lagi.
Mari kita ngobrol.
Kita Terlalu Terbiasa Merayakan Hasil Besar
Ketika seseorang membeli rumah, orang mengucapkan selamat.
Ketika mendapatkan promosi, dirayakan.
Ketika bisnis berkembang, orang memperhatikan.
Ketika mencapai satu juta followers, ada angka besar yang bisa ditunjukkan.
Memang pantas dirayakan.
Tetapi bagaimana dengan seseorang yang bulan ini akhirnya bisa membayar cicilan tepat waktu setelah beberapa bulan kesulitan?
Tidak ada yang tahu.
Bagaimana dengan seseorang yang sudah enam bulan mencari pekerjaan lalu tetap mengirim satu lamaran lagi pagi ini?
Tidak ada tepuk tangan.
Bagaimana dengan seseorang yang sedang membangun usaha kecil dan akhirnya mendapatkan tiga pelanggan dalam sehari?
Bagi perusahaan besar, tiga pelanggan mungkin tidak berarti.
Bagi dia?
Mungkin itu alasan untuk percaya bahwa besok masih layak mencoba.
Kita perlu belajar melihat kemenangan berdasarkan konteks kehidupan seseorang.
Karena sesuatu yang terlihat kecil bagi kita bisa merupakan hasil dari perjuangan luar biasa bagi orang lain.
Termasuk bagi diri sendiri.
Ada Hari Ketika Berhasil Bangun Saja Sudah Sebuah Langkah
Kita suka mendengar kalimat:
“Harus produktif.”
Bangun jam lima.
Olahraga.
Membaca buku.
Bekerja.
Belajar.
Membangun bisnis.
Membuat konten.
Tidur tepat waktu.
Seolah manusia harus menjadi perusahaan yang berjalan 24 jam.
Hehehe.
Padahal kondisi hidup tidak selalu sama.
Ada hari ketika kita memang mempunyai energi untuk melakukan banyak hal.
Bagus.
Gunakan.
Tetapi ada hari ketika kehidupan sedang berat.
Dan pada hari seperti itu, standar kemenangan mungkin perlu disesuaikan.
Bangun.
Mandi.
Makan.
Merapikan kamar.
Menyelesaikan satu pekerjaan.
Itu mungkin terlihat biasa.
Tetapi kalau kamu sedang melewati fase yang sulit, melakukan hal-hal sederhana bisa membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.
Jangan meremehkannya.
Kemenangan Kecil Tidak Berarti Kamu Mempunyai Mimpi Kecil
Ini penting.
Menghargai kemajuan kecil bukan berarti kita berhenti mempunyai target besar.
Kita tetap boleh bermimpi mempunyai usaha besar.
Rumah.
Karier yang baik.
Karya yang dikenal.
Kondisi finansial yang lebih sehat.
Apa pun itu.
Tetapi mimpi besar hampir selalu dibangun melalui tindakan yang terlihat kecil.
Seseorang yang akhirnya mempunyai tabungan besar mungkin dahulu memulainya dari nominal yang sangat sederhana.
Bisnis dengan ribuan pelanggan pernah mempunyai pelanggan pertama.
Penulis dengan banyak karya pernah menulis halaman pertama.
Musisi dengan jutaan pendengar pernah membuat lagu yang hampir tidak didengar siapa-siapa.
Semua mempunyai awal.
Masalahnya, kita ingin awal kita terlihat seperti hasil akhir orang lain.
Kemudian kecewa.
Jangan Hanya Menghitung Seberapa Jauh Tujuanmu, Lihat Juga Seberapa Jauh Kamu Sudah Berjalan
Bayangkan mendaki gunung.
Kita melihat puncak.
Masih jauh.
Kemudian mengeluh:
“Kok belum sampai?”
Tetapi ketika menoleh ke belakang, ternyata titik awal sudah sangat jauh.
Begitu juga kehidupan.
Karena kita hidup bersama diri sendiri setiap hari, perubahan sering sulit terlihat.
Coba ingat dirimu satu atau dua tahun lalu.
Apa yang sekarang sudah kamu pahami?
Masalah apa yang pernah berhasil kamu lewati?
Apa yang sekarang bisa kamu lakukan tetapi dahulu belum bisa?
Apa yang sudah tidak lagi kamu takutkan?
Kesalahan apa yang sudah mulai kamu hindari?
Mungkin rekeningmu belum seperti yang diinginkan.
Karier belum sempurna.
Usaha belum besar.
Tetapi jangan buru-buru mengatakan:
“Tidak ada kemajuan.”
Lihat lebih dekat.
Perjuangan yang Tidak Dilihat Orang Tetap Mempunyai Nilai
Ada orang yang bekerja keras tetapi pekerjaannya tidak terlihat keren.
Pagi-pagi sudah berangkat.
Pulang malam.
Menghidupi keluarga.
Membayar sekolah anak.
Membantu orang tua.
Tidak pernah masuk berita.
Tidak mempunyai jabatan besar.
Tidak mempunyai ratusan ribu followers.
Tetapi setiap hari ada kehidupan yang terus berjalan karena dia tidak berhenti.
Menurutku, itu luar biasa.
Kita sering menggunakan ukuran publik untuk menilai kehidupan pribadi.
Kalau tidak terkenal, dianggap biasa.
Kalau tidak kaya, dianggap belum berhasil.
Kalau tidak mempunyai pencapaian besar, merasa hidup tidak berarti.
Padahal sebagian besar manusia di dunia menjalani kehidupan melalui perjuangan yang sangat sederhana.
Dan dunia tetap bergerak karena mereka.
Jangan Menunggu Orang Lain Mengakui Perjuanganmu
Ini mungkin sedikit menyakitkan.
Kadang orang lain memang tidak akan tahu.
Mereka tidak tahu berapa kali kamu hampir menyerah.
Tidak tahu berapa banyak uang yang harus kamu hemat.
Tidak tahu bagaimana rasanya menerima penolakan berkali-kali.
Tidak tahu malam-malam ketika kamu memikirkan masa depan.
Dan kita tidak bisa memaksa semua orang mengerti.
Karena itu kita perlu belajar memberikan pengakuan kepada diri sendiri.
Bukan memuji diri berlebihan.
Tetapi mengatakan dengan jujur:
“Ini memang belum besar, tetapi aku sudah berusaha.”
“Aku belum sampai, tetapi aku sudah bergerak.”
“Aku masih mempunyai banyak kekurangan, tetapi ada beberapa hal yang sudah berhasil kuperbaiki.”
Pengakuan seperti itu bukan kesombongan.
Itu keadilan terhadap diri sendiri.
Tetapi Jangan Gunakan Kemenangan Kecil untuk Berhenti Bertumbuh
Menghargai langkah kecil berbeda dengan merasa cukup melakukan apa pun.
Kalau target kita membutuhkan perubahan strategi, lakukan.
Kalau kemampuan perlu ditingkatkan, belajar.
Kalau kebiasaan buruk masih menghambat, perbaiki.
Mindfulness bukan tentang mengatakan semuanya sudah sempurna.
Justru mindfulness membantu kita melihat:
apa yang sudah baik dan apa yang masih perlu diperbaiki.
Dua hal itu bisa hidup bersama.
“Aku bangga sudah sampai sejauh ini.”
dan:
“Aku masih ingin menjadi lebih baik.”
Tidak bertentangan.
Berhenti Mengukur Semua Kemajuan dengan Uang
Uang penting.
Aku tidak ingin berpura-pura bahwa uang tidak penting.
Kita membutuhkan uang untuk makan, tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, keluarga, dan banyak hal.
Tetapi kalau seluruh perkembangan hidup hanya diukur dari uang, kita bisa melewatkan banyak kemajuan lain.
Mungkin pendapatanmu belum meningkat banyak, tetapi kemampuanmu bertambah.
Mungkin bisnis belum besar, tetapi sekarang kamu jauh lebih memahami pelanggan.
Mungkin karier belum naik, tetapi kamu sudah belajar mengatakan tidak terhadap sesuatu yang tidak sehat.
Mungkin kamu belum mempunyai banyak tabungan, tetapi sekarang sudah mulai mampu mengelola pengeluaran.
Itu semua belum tentu langsung menghasilkan angka besar.
Tetapi bisa menjadi fondasi untuk kehidupan yang lebih baik.
Jangan Meremehkan Konsistensi yang Membosankan
Sebagian besar perjuangan hidup sebenarnya tidak dramatis.
Bangun.
Kerja.
Pulang.
Belajar.
Mencoba.
Tidur.
Ulangi.
Tidak ada musik latar seperti film.
Hehehe.
Kita sering berharap perubahan datang melalui satu momen besar.
Padahal banyak perubahan terjadi melalui rutinitas yang sangat membosankan.
Menabung sedikit setiap bulan.
Olahraga beberapa kali seminggu.
Belajar satu jam sehari.
Mengirim lamaran.
Membangun relasi.
Membuat karya.
Terus dilakukan.
Kemudian suatu hari hasilnya mulai terlihat.
Kita menyebutnya keberhasilan.
Padahal yang terlihat pada hari itu sebenarnya merupakan akumulasi dari banyak hari ketika tidak ada siapa pun yang memperhatikan.
MAINDFULL: Coba Buat Daftar Kemenangan Kecilmu
Malam ini, sebelum tidur, coba jangan hanya membuat daftar masalah.
Kita ahli sekali membuat daftar kekurangan.
Belum punya ini.
Belum mencapai itu.
Masih kurang ini.
Masih gagal itu.
Sekarang coba balik.
Apa tiga hal kecil yang berhasil kamu lakukan minggu ini?
Mungkin:
Aku tetap bekerja meskipun sedang tidak semangat.
Aku akhirnya menyelesaikan pekerjaan yang tertunda.
Aku berhasil menahan satu pengeluaran yang tidak perlu.
Aku mulai olahraga lagi.
Aku menghubungi keluarga.
Aku berani mencoba sesuatu.
Aku meminta maaf.
Aku mengatakan tidak.
Aku tidur lebih baik.
Aku kembali membuat karya.
Sederhana?
Mungkin.
Tetapi kehidupan dibangun dari hal-hal seperti itu.
Jangan menunggu pencapaian besar untuk memberikan sedikit penghargaan kepada dirimu.
CLOSING: Kalau Tidak Ada yang Bertepuk Tangan, Tetaplah Menghargai Langkahmu
Mungkin saat ini tidak banyak orang mengetahui perjuanganmu.
Tidak ada yang tahu kamu sedang menghemat.
Tidak ada yang tahu berapa kali kamu mencoba.
Tidak ada yang tahu kamu sedang membangun sesuatu dari bawah.
Tidak ada yang tahu bahwa beberapa bulan terakhir sangat berat.
Mereka hanya melihat kehidupanmu dari luar.
Dan mungkin dari luar memang terlihat biasa saja.
Tidak apa-apa.
Kamu yang tahu ceritanya.
Kamu tahu berapa banyak hal yang harus dilewati hanya untuk sampai ke hari ini.
Jadi kalau hari ini belum ada pencapaian besar untuk dirayakan, jangan merasa hidupmu tidak bergerak.
Lihat kemenangan kecil.
Kamu masih bangun.
Masih mencoba.
Masih belajar.
Masih mencari jalan.
Masih mempunyai sedikit harapan meskipun berkali-kali kecewa.
Menurutku itu tidak kecil.
Suatu hari mungkin ada pencapaian besar.
Mungkin pekerjaan yang selama ini kamu cari akhirnya datang.
Usaha berkembang.
Keuangan membaik.
Karya mendapatkan tempat.
Mimpi perlahan menjadi nyata.
Kalau hari itu datang, rayakan.
Tetapi jangan lupa:
pencapaian besar itu tidak lahir hanya pada hari ketika hasilnya terlihat.
Ia dibangun pada hari-hari seperti hari ini.
Hari ketika tidak ada yang melihat.
Hari ketika kamu lelah tetapi tetap melakukan satu hal.
Hari ketika hasil belum kelihatan tetapi kamu memilih mencoba lagi.
Hari ketika orang lain mungkin tidak percaya tetapi kamu tetap belajar.
Hari ketika kamu hanya mempunyai sedikit tenaga tetapi menggunakannya untuk mengambil satu langkah.
Jadi kalau malam ini kamu merasa belum menjadi siapa-siapa...
jangan buru-buru menghukum dirimu.
Mungkin kamu memang belum sampai.
Tetapi belum sampai bukan berarti tidak bergerak.
Besok pagi, bangun lagi.
Tidak perlu langsung melakukan sesuatu yang luar biasa.
Lakukan yang bisa dilakukan.
Satu pekerjaan.
Satu langkah.
Satu keputusan yang sedikit lebih baik.
Kemudian lanjutkan.
Karena sering kali hidup tidak berubah melalui satu lompatan besar.
Hidup berubah melalui ratusan kemenangan kecil yang tidak pernah dilihat siapa-siapa.
Dan kalau hari ini tidak ada orang yang berkata kepadamu bahwa kamu sudah berusaha dengan baik...
biar aku titip satu kalimat:
Terima kasih karena kamu masih mencoba.
Tetapi setelah membaca ini, jangan hanya menunggu kalimat itu datang dari orang lain.
Belajarlah mengatakannya kepada dirimu sendiri.
“Terima kasih sudah bertahan.”
“Terima kasih sudah mencoba lagi.”
“Kita memang belum sampai, tapi kita sudah berjalan.”
Kemudian istirahat.
Besok kita lanjutkan.
Pelan-pelan.
Karena kemenangan kecil hari ini mungkin belum mengubah seluruh kehidupanmu.
Tetapi bisa jadi...
itulah langkah yang membuatmu tidak berhenti sebelum kehidupanmu benar-benar berubah.
— DJ BANGSA EAA



0Komentar