PULIHSEKETIKA.COM
 - Dari Jogja, Berjalan Kaki Menuju MONAS: Entah Berapa Hari, Entah Cerita Apa yang Akan Ditemukan

Bagaimana rasanya meninggalkan Yogyakarta dengan berjalan kaki, lalu terus melangkah sampai MONAS?

Bukan naik motor.

Bukan naik mobil.

Bukan pula mengejar seberapa cepat bisa sampai.

Hanya membawa perlengkapan seperlunya, menatap jalan yang panjang, kemudian mengatakan kepada diri sendiri:

“Hari ini kita mulai berjalan.”

Inilah PERJALANAN UNTUK INDONESIA — JOGJA → MONAS.

Sebuah perjalanan jalan kaki dari Yogyakarta menuju Monumen Nasional, Jakarta, yang akan saya bagikan secara langsung melalui LIVE dan berbagai catatan perjalanan.

Saya belum tahu persis apa yang akan terjadi di jalan.

Dan justru karena itulah perjalanan ini menarik.


KENAPA HARUS JALAN KAKI?

Saya bisa saja pergi ke Jakarta dengan kendaraan.

Lebih cepat.

Lebih nyaman.

Beberapa jam mungkin sudah sampai.

Tetapi kalau semuanya dibuat cepat, mungkin ada banyak hal yang tidak pernah sempat kita lihat.

Kita sering melewati sebuah kota tanpa benar-benar mengenalnya.

Melihat rumah-rumah hanya dari balik kaca.

Melewati warung kecil tanpa mengetahui siapa yang setiap pagi membuka pintunya.

Melewati seseorang di pinggir jalan tanpa pernah tahu cerita hidupnya.

Kali ini saya ingin memperlambat semuanya.

Saya ingin berjalan.

Benar-benar berjalan.

Dari Jogja menuju Jakarta.

Saya ingin tahu apa yang akan terjadi ketika perjalanan tidak lagi dihitung berdasarkan berapa jam perjalanan...

tetapi berdasarkan berapa langkah kaki yang sanggup dilakukan hari itu.


TUJUANNYA MONAS, TAPI CERITANYA ADA DI JALAN

MONAS adalah titik akhirnya.

Namun saya merasa bagian paling menarik justru bukan ketika nanti sampai di sana.

Bagian paling menarik adalah:

Apa yang akan terjadi sebelum sampai?

Siapa orang pertama yang akan menyapa?

Di kota mana perjalanan akan terasa paling berat?

Di mana saya akan kehujanan?

Di mana saya akan duduk karena kaki sudah meminta berhenti?

Siapa yang mungkin memberikan segelas air?

Siapa yang akan bertanya:

“Mau ke mana, Mas?”

Dan bagaimana ekspresinya ketika saya menjawab:

“Ke MONAS. Jalan kaki.”

Saya sendiri tidak tahu.

Tidak ada skenario untuk pertemuan-pertemuan seperti itu.

Dan saya tidak ingin membuatnya menjadi terlalu sempurna.

Karena perjalanan yang sebenarnya memang tidak pernah sempurna.


KALIAN BISA MENGIKUTI PERJALANANNYA SECARA LIVE

Saya tidak ingin hanya berangkat dari Jogja, menghilang beberapa waktu, lalu tiba-tiba mengunggah foto di MONAS.

Saya ingin kalian ikut berada di perjalanan ini.

Karena itu akan ada:

🔴 LIVE PERJALANAN — SETIAP HARI

Saya akan membuka LIVE dari perjalanan.

Kalian bisa melihat sendiri bagaimana kondisi hari itu.

Jalannya.

Cuacanya.

Kota yang sedang dilewati.

Rasa lelahnya.

Orang-orang yang ditemui.

Bahkan mungkin momen ketika saya sendiri mulai bertanya:

“Masih kuat nggak, ya?”

Tidak semuanya akan menjadi pemandangan indah.

Ada kemungkinan LIVE hanya berisi jalan panjang.

Ada suara kendaraan.

Ada panas.

Ada hujan.

Ada napas yang mulai berat.

Dan mungkin justru di situlah kejujurannya.

Kalian tidak hanya melihat hasil perjalanan.

Kalian melihat prosesnya.


TIGA KALI SEHARI AKAN ADA “QUOTES PERJALANAN”

Setiap hari saya juga akan mengunggah 3 Quotes Perjalanan.

Bukan sekadar kata-kata motivasi yang ditempel pada sebuah foto.

Saya ingin kalimat itu lahir dari sesuatu yang benar-benar terjadi pada hari tersebut.

Mungkin dari rasa lelah.

Dari percakapan dengan seseorang.

Dari sebuah kota.

Dari duduk sendirian di pinggir jalan.

Atau dari pikiran yang tiba-tiba muncul setelah berjalan berkilo-kilometer.

Karena saya percaya perjalanan panjang sering mengajarkan sesuatu dengan cara yang aneh.

Kadang kita berangkat untuk mencari sebuah kota...

tetapi malah menemukan bagian diri sendiri yang selama ini tidak pernah kita dengarkan.


AKAN ADA “PODCAST JALAN”

Dua kali dalam seminggu, saya juga ingin membuat sesuatu yang berbeda:

🎙️ PODCAST JALAN

Podcast yang lahir di tengah perjalanan.

Bukan studio mewah.

Bukan meja podcast dengan lampu sempurna.

Tetapi percakapan yang lahir setelah benar-benar menjalani perjalanan.

Saya ingin berbicara tentang banyak hal.

Tentang kehidupan.

Kesendirian.

Mental.

Mimpi.

Kegagalan.

Tentang kenapa manusia terkadang terlalu keras kepada dirinya sendiri.

Tentang orang-orang yang saya temui.

Dan mungkin tentang hal-hal sederhana yang baru bisa kita pahami ketika hidup tidak sedang terburu-buru.


DAN KETIKA MALAM DATANG...

Ada waktunya kaki harus berhenti.

Tas diturunkan.

Sepatu dilepas.

Kopi dibuat.

Lalu kita ngobrol.

Saya menyebutnya:

☕ LIVE KOMAL — KOPI MALAM

Kalau LIVE Perjalanan adalah cerita ketika kaki masih bergerak, KOMAL adalah cerita setelah semuanya berhenti.

Di sana kita bisa ngobrol tentang perjalanan hari itu.

Berapa jauh perjalanan.

Apa yang terjadi.

Siapa yang ditemui.

Apa yang paling menyenangkan.

Apa yang paling menyebalkan.

Dan mungkin...

berapa kali hari itu saya ingin menyerah.

Tidak perlu terlalu formal.

Kita ngobrol saja.

Seperti orang-orang yang kebetulan bertemu setelah menjalani hari yang panjang.


SAYA TIDAK TAHU BERAPA BANYAK CERITA YANG AKAN LAHIR

Ini bagian yang paling membuat saya penasaran.

Karena rutenya memang bisa direncanakan.

Perlengkapan bisa disiapkan.

Tujuan bisa ditentukan.

Tetapi manusia yang akan ditemui tidak bisa direncanakan.

Mungkin suatu hari saya bertemu pedagang kecil yang ceritanya jauh lebih menarik daripada perjalanan ini.

Mungkin bertemu seseorang yang sedang berjuang dengan kehidupannya.

Mungkin bertemu komunitas.

Pekerja jalanan.

Pengemudi.

Petani.

Anak muda yang sedang mengejar mimpi.

Atau seseorang yang hanya bertemu lima menit...

tetapi meninggalkan satu kalimat yang terus teringat sampai Jakarta.

Saya ingin membawa cerita-cerita itu bersama perjalanan ini.


DAN KALAU KOTA KALIAN SAYA LEWATI...

Nah, ini yang menarik.

Kalau suatu hari LIVE menunjukkan bahwa perjalanan sudah mendekati kota kalian...

jangan cuma nonton dari layar.

Kalau memungkinkan dan situasinya aman, datanglah menyapa.

Tidak perlu membawa apa-apa.

Tidak perlu acara besar.

Cukup bilang:

“Bangsa, akhirnya lewat sini juga.”

Kita foto.

Ngobrol sebentar.

Minum kopi kalau ada waktunya.

Lalu saya melanjutkan perjalanan.

Bayangkan kalau dari Jogja sampai Jakarta selalu ada satu-dua orang yang keluar hanya untuk menyapa.

Mungkin pada akhirnya perjalanan ini tidak lagi terasa seperti perjalanan sendirian.


TAPI ADA SATU HAL YANG HARUS KALIAN TAHU

Saya tidak ingin menjadikan perjalanan ini sebagai pertunjukan tentang siapa yang paling kuat.

Kalau tubuh memang membutuhkan istirahat, saya akan berhenti.

Kalau cuaca atau kondisi jalan tidak memungkinkan, perjalanan akan disesuaikan.

Kalau harus berjalan lebih lambat, ya kita berjalan lebih lambat.

Karena tujuan saya bukan membuktikan bahwa manusia harus memaksakan dirinya.

Justru sebaliknya.

Saya ingin perjalanan ini mengingatkan kita bahwa:

sesuatu yang jauh tidak selalu harus ditaklukkan dengan berlari.

Kadang cukup berjalan.

Pelan.

Istirahat.

Kemudian berjalan lagi.


MUNGKIN INI SEBENARNYA BUKAN CERITA TENTANG JOGJA DAN MONAS

Semakin saya memikirkan perjalanan ini, semakin terasa bahwa Jogja dan MONAS hanyalah dua titik.

Titik keberangkatan.

Dan titik tujuan.

Di antara keduanya ada sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan kita semua.

Bukankah kita juga sedang berjalan menuju sesuatu?

Ada yang sedang mengejar kehidupan yang lebih baik.

Ada yang sedang membangun usaha.

Ada yang mencoba berdamai dengan masa lalu.

Ada yang sedang belajar menerima dirinya.

Ada yang sedang kehilangan arah.

Ada yang sedang memulai lagi dari nol.

Kita semua mempunyai “MONAS” masing-masing.

Sesuatu yang terlihat sangat jauh dari tempat kita berdiri sekarang.

Dan sering kali kita menyerah bukan karena tidak mampu sampai.

Kita menyerah karena terlalu sering melihat jauhnya tujuan...

sampai lupa bahwa tugas kita hari ini sebenarnya hanya:

MELAKUKAN SATU LANGKAH BERIKUTNYA.


NANTI, KALAU AKHIRNYA MONAS TERLIHAT...

Saya bahkan belum tahu bagaimana rasanya.

Bayangkan setelah hari demi hari melihat jalan raya, kota, desa, warung, hujan, matahari, dan ribuan kendaraan yang berlalu...

suatu hari dari kejauhan MONAS mulai terlihat.

Mungkin saya akan tertawa.

Mungkin diam.

Mungkin malah duduk dulu.

Entahlah.

Tetapi saya tahu satu hal.

Ketika hari itu datang, saya ingin kalian yang mengikuti perjalanan sejak Jogja juga melihatnya.

Karena kalian akan tahu:

berapa banyak cerita yang terjadi sebelum satu foto FINISH itu dibuat.

Itulah alasan saya ingin perjalanan ini dilakukan secara terbuka.

Supaya ketika akhirnya sampai...

kita tidak hanya merayakan tujuan.

Kita mengingat perjalanannya.


JADI, APAKAH SAYA AKAN SAMPAI?

Saya berharap begitu.

Tetapi perjalanan belum dimulai untuk diceritakan akhirnya.

Kita harus menjalaninya terlebih dahulu.

Akan ada hari yang mudah.

Akan ada hari yang berat.

Akan ada cerita yang menyenangkan.

Dan mungkin ada hari ketika semuanya berjalan tidak sesuai rencana.

Kalian akan melihatnya sendiri.

Karena perjalanan ini akan hidup melalui:

🔴 LIVE PERJALANAN setiap hari
📸 QUOTES PERJALANAN 3 kali sehari
🎙️ PODCAST JALAN 2 kali seminggu
☕ LIVE KOMAL saat beristirahat
🚶 serta cerita dari kota-kota yang dilewati.

Tidak perlu menunggu saya sampai Jakarta.

Ikuti sejak langkah pertama dari Jogja.

Karena bisa jadi bagian paling menarik dari perjalanan ini bukan MONAS.

Melainkan sesuatu yang belum pernah kita rencanakan...

yang menunggu di suatu tempat di sepanjang jalan.


PERJALANAN UNTUK INDONESIA

JOGJA → MONAS

Satu Langkah.

Satu Cerita.

Satu Indonesia.

Kita bertemu di LIVE.

Dan kalau perjalanan ini melewati kotamu...

jangan lupa menyapa.