PulihSeketika.Com - BERITA BOLA DJ BANGSA EAA — Baru Lima Pertandingan, Jarak Manchester United dengan Manchester City Sudah 10 Poin. Mas, Ini Tetangga Kok Rumahnya Makin Jauh?
Saya suka Manchester United.
Saya juga menikmati permainan Manchester City.
Tetapi kalau disuruh melihat klasemen Premier League sekarang?
Saya ingin menutupnya sebentar.
Hahaha.
Bukan karena Manchester United ada di zona degradasi.
Tidak.
Tetapi karena setelah lima pertandingan, perbedaannya dengan tetangga sebelah sudah bikin kepala garuk-garuk.
Manchester City:
15 poin.
Manchester United:
5 poin.
City posisi pertama.
United posisi ke-12.
Selisihnya?
10 poin.
Mas...
Baru lima pertandingan!
Kalau tetangga sebelah pergi terlalu jauh begini, nanti mau pinjam gula saja susah.
Hahaha.
CITY: LIMA PERTANDINGAN, LIMA KEMENANGAN
Mari mulai dari tetangga biru.
Manchester City sedang sempurna.
Lima pertandingan Premier League.
Lima kemenangan.
13 gol dicetak.
Lima kebobolan.
15 poin.
Dan mereka memimpin klasemen.
Terakhir City menang 5-3 atas Sunderland dalam pertandingan yang benar-benar gila.
Enzo Fernández mencetak gol.
Rayan Cherki mencetak gol.
Antoine Semenyo dua.
Erling Haaland satu.
Sunderland sebenarnya melawan luar biasa melalui hat-trick Brian Brobbey.
Tetapi akhirnya?
City tetap menang.
Nah.
Ini yang mengerikan dari tim seperti City.
Pertandingannya kacau?
Menang.
Kebobolan tiga?
Menang.
Lawan memberikan perlawanan?
Tetap menang.
Tidak selalu cantik.
Tetapi tiga poin masuk.
UNITED? LIMA LAGA BARU LIMA POIN
Sekarang pindah ke Manchester United.
Lima pertandingan.
Satu kemenangan.
Dua seri.
Dua kekalahan.
Lima poin.
Posisi ke-12.
Premier League mencatat lima poin dari lima pertandingan sebagai catatan terendah bersama United pada tahap ini dalam sejarah Premier League, menyamai musim 2014/15.
Saya tahu.
Musim masih panjang.
Tetapi kalimat:
“Musim masih panjang”
jangan dipakai seperti obat segala penyakit.
Hahaha.
Demam?
Musim masih panjang.
Kalah?
Musim masih panjang.
Posisi 12?
Musim masih panjang.
Mas...
Benar memang masih panjang.
Tetapi poin yang hilang pada September tetap dihitung pada Mei.
LAWAN FULHAM SAJA HARUS DISELAMATKAN MENIT 89
Pertandingan terakhir United menggambarkan masalah itu.
Bertandang ke Craven Cottage menghadapi Fulham, Manchester United bermain 1-1.
Lisandro Martínez membuat gol bunuh diri pada menit ke-63.
United kemudian baru menyamakan kedudukan pada menit ke-89 melalui tembakan Matheus Cunha yang berbelok setelah mengenai David Affengruber.
Artinya United hampir kalah lagi.
Untung Cunha datang.
Menit 89.
DUARRR!
Selamat satu poin.
Saya sebagai orang yang suka MU tentu lega.
Tetapi setelah lega saya bertanya:
“Kenapa harus seperti ini terus, Mas?”
Hahaha.
SEBENARNYA UNITED BUKAN TIDAK PUNYA PELUANG
Ini yang membuat pertandingan melawan Fulham sedikit aneh.
United bukan dibantai.
Justru mereka menciptakan banyak peluang.
Reuters mencatat United menghasilkan 29 percobaan, dibandingkan 12 milik Fulham.
Bruno Fernandes mengenai tiang.
Cunha juga mengenai tiang.
Bernd Leno tampil sangat bagus.
Artinya?
Masalahnya bukan United tidak bisa sampai ke depan.
Mereka bisa.
Tetapi sepak bola punya satu aturan sederhana:
Peluang tidak masuk klasemen.
Gol yang masuk klasemen.
Hahaha.
Anda boleh punya 40 tembakan.
Kalau skor 1-1?
Tetap satu poin.
INI YANG MEMBEDAKAN CITY DAN UNITED SEKARANG
Menurut saya perbedaan paling besar bukan sekadar kualitas pemain.
Tetapi kebiasaan.
City sedang punya kebiasaan:
menemukan cara untuk menang.
United sedang punya kebiasaan:
menemukan cara membuat pertandingan menjadi sulit.
City melawan Sunderland kebobolan tiga.
Masih menang 5-3.
United melawan Fulham punya banyak peluang.
Hampir kalah.
Nah.
Mentalitas seperti inilah yang harus segera dibalik.
MICHAEL CARRICK SEKARANG MULAI MENDAPAT TEKANAN
Saya sebenarnya menyukai Michael Carrick.
Dia punya hubungan kuat dengan Manchester United.
Dan musim lalu pekerjaannya sangat bagus.
Premier League mencatat bahwa setelah Carrick mengambil alih pada pertengahan Januari musim lalu, United mengumpulkan 39 poin—lebih banyak daripada klub Premier League lainnya dalam periode tersebut.
Jadi kita tidak sedang membicarakan pelatih yang tiba-tiba tidak mengerti sepak bola.
Tetapi musim baru membawa ekspektasi baru.
Carrick sendiri mengakui United belum mendapatkan jumlah poin yang mereka inginkan dan tim harus segera kembali menang.
Nah.
Saya setuju.
Tidak perlu panik.
Tetapi juga jangan santai.
UNITED TIDAK BISA TERUS HIDUP DARI NAMA BESAR
Ini mungkin sedikit menyakitkan.
Manchester United adalah salah satu klub terbesar di dunia.
Tetapi lawan tidak datang ke Old Trafford untuk melihat museum.
Mereka datang mencari poin.
Mereka tidak peduli United punya:
Sir Alex Ferguson.
Eric Cantona.
David Beckham.
Wayne Rooney.
Ryan Giggs.
Cristiano Ronaldo.
Paul Scholes.
Rio Ferdinand.
Nemanja Vidić.
Itu sejarah.
Luar biasa.
Tetapi pertandingan hari ini harus dimenangkan oleh pemain hari ini.
DAN YA... BANG DODO MASUK LAGI
Hahaha.
Sudah tahu kan?
Kalau membahas Manchester United, ujung-ujungnya saya ingat Cristiano Ronaldo.
Bang Dodo.
Tetapi kali ini saya tidak sedang membahas apakah Ronaldo harus kembali.
Sudah.
Jangan.
Hahaha.
Yang saya rindukan adalah mentalitasnya.
Ronaldo punya satu karakter yang menurut saya sangat penting untuk klub besar:
Tidak nyaman dengan kekalahan.
Tidak nyaman dengan posisi kedua.
Bahkan kadang sudah menang pun masih marah karena dirinya tidak mencetak gol.
Berlebihan?
Mungkin.
Tetapi klub besar membutuhkan pemain yang merasa:
“Menang itu standar.”
Bukan bonus.
CUNHA BISA MENJADI SALAH SATU PEMAIN PENTING
Saya juga ingin memberikan kredit kepada Matheus Cunha.
Gol menit ke-89 melawan Fulham menyelamatkan United dari kekalahan ketiga berturut-turut di semua kompetisi setelah sebelumnya kalah dari City dan tersingkir dari EFL Cup oleh Brighton.
Kadang satu gol seperti itu bisa penting.
Bukan hanya satu poin.
Tetapi untuk kepercayaan diri.
Momentum.
Ruang ganti.
Carrick sekarang perlu membuat momen itu menjadi titik balik.
Jangan cuma:
Fulham 1-1 United.
Kemudian selesai.
Jadikan gol itu sebagai:
“Mulai dari sini kita bangkit.”
CITY SUDAH SEPULUH POIN DI DEPAN, TAPI BELUM SAATNYA MENYERAH
Sekarang bagian penting.
City 15.
United 5.
Selisih 10.
Apakah berarti musim United selesai?
Tentu tidak.
Baru lima pertandingan.
Masih ada 33 pertandingan liga.
Bahkan Premier League mengingatkan bahwa United pada musim 2014/15 juga hanya mendapatkan lima poin setelah lima pertandingan, tetapi akhirnya mampu finis keempat.
Jadi jangan dramatis berlebihan.
Tetapi...
Jangan pula memakai sejarah itu sebagai alasan untuk santai.
United harus mulai menang.
Sekarang.
TARGET PERTAMA JANGAN CITY DULU
Kalau saya jadi Manchester United, saya bahkan tidak mau melihat Manchester City dulu.
Serius.
Jangan bicara:
“Kita harus mengejar City.”
Terlalu jauh.
Target pertama:
Menangkan pertandingan berikutnya.
Lalu menang lagi.
Naik klasemen.
Bangun momentum.
Baru melihat ke atas.
Kalau setiap minggu sibuk menghitung jarak dengan City, malah stres sendiri.
Hahaha.
CITY JUGA BELUM SEMPURNA DALAM PERMAINAN
Walaupun lima kali menang, City bukan berarti tidak punya masalah.
Mereka baru kebobolan tiga gol dari Sunderland.
Bahkan Enzo Maresca mengatakan dirinya lebih memilih kemenangan 1-0 daripada 5-3 karena pertandingan tersebut menunjukkan masih ada aspek yang perlu diperbaiki.
Ini bagus.
Lima kemenangan tetapi pelatih masih melihat kekurangan.
Itulah mentalitas yang harus ditiru.
Bukan menunggu kalah untuk mengevaluasi diri.
MANCHESTER SEKARANG BERWARNA BIRU, TAPI MUSIM MASIH PANJANG
Kalau berdasarkan klasemen hari ini?
Harus diakui:
Manchester sedang lebih biru.
City pertama.
United ke-12.
City 15 poin.
United 5.
Tidak perlu pura-pura.
Tetapi sepak bola berubah cepat.
Satu bulan bisa mengubah suasana.
Tiga kemenangan berturut-turut bisa membuat United naik.
Dua kekalahan City bisa memperkecil jarak.
Itulah kenapa Premier League menarik.
PENUTUP: MU, JANGAN SAMPAI TETANGGA SUDAH FINISH KETIKA KITA BARU PANAS
Manchester City membuka musim dengan:
5 pertandingan.
5 kemenangan.
15 poin.
Manchester United:
5 pertandingan.
1 kemenangan.
2 seri.
2 kekalahan.
5 poin.
Selisih:
10 poin.
Masih September.
Saya tidak mau panik.
Tetapi saya juga tidak mau bilang:
“Tidak apa-apa.”
Ada masalah yang harus diperbaiki.
Finishing.
Konsistensi.
Mentalitas.
Kemampuan mengontrol pertandingan.
Dan terutama kebiasaan memenangkan pertandingan yang seharusnya bisa dimenangkan.
Saya rindu Manchester United yang kalau tertinggal 0-1 menit 80, lawannya justru takut.
Karena mereka tahu:
“Ini United. Belum selesai.”
Saya ingin aura itu kembali.
Bukan karena nostalgia Sir Alex.
Bukan karena Ronaldo.
Bukan karena Rooney.
Tetapi karena pemain Manchester United sekarang menciptakannya kembali.
City boleh lari.
Biarkan.
United tidak perlu berteriak menyuruh City berhenti.
United yang harus mulai berlari.
Karena kalau terlalu lama berdiri...
Nanti pas lihat klasemen:
City sudah di ujung jalan.
United masih mencari sepatu.
Hahaha.
AYO SETAN MERAH. BANGUN!
Premier League masih panjang.
Tetapi kalau mau mengejar...
Mulainya jangan nanti. Mulainya sekarang.
BERITA BOLA DJ BANGSA EAA
Berita terbaru, fakta pertandingan, sedikit fanatisme, humor, dan celotehan sepak bola ala DJ BANGSA EAA.



0Komentar