TSM7GfYpGUWoGUr7BUr0GSO9

BARCELONA SEMPURNA, REAL MADRID MALAH TURUN KE POSISI EMPAT! Madrid Mau Kejar Kapan Kalau Barça Tidak Mau Berhenti Menang?


PulihSeketika.Com
 - BERITA BOLA DJ BANGSA EAA — Mas Barcelona, Sekali-Sekali Seri Boleh Tidak? Kami di Belakang Sudah Mulai Ngos-ngosan!

Saya Madridista.

Jadi kalau melihat klasemen La Liga sekarang, saya sebenarnya punya satu permintaan sederhana kepada Barcelona:

Mas... seri sekali boleh tidak?

Hahaha.

Tidak usah kalah.

Seri saja.

Kasih kesempatan yang lain mendekat.

Masalahnya Barcelona seperti tidak tertarik membantu.

Tujuh pertandingan.

Tujuh kemenangan.

21 poin.

Sempurna.

Sementara Real Madrid?

15 poin.

Enam poin sudah hilang.

Dan sekarang Madrid berada di posisi keempat klasemen sementara. (liputan6.com)

Memang musim masih sangat panjang.

Tetapi sebagai Madridista saya juga tidak mau setiap pekan menghibur diri dengan:

“Tenang, masih awal musim.”

Mas...

Nanti tahu-tahu Januari.

Hahaha.


BARCELONA 21 POIN: INI YANG BIKIN MASALAH

Saya bisa saja mengatakan:

“Barcelona beruntung.”

Tetapi tujuh pertandingan menang semua?

Kalau keberuntungan terjadi tujuh kali berturut-turut, mungkin kita harus mulai mengakui:

Memang bagus.

Dan saya tidak punya masalah mengatakan itu.

Saya Madridista.

Bukan berarti saya harus pura-pura buta kalau Barcelona sedang bermain baik.

Justru kalau rival sedang kuat, Madrid harus meningkatkan levelnya.

Barcelona sekarang memegang 21 poin sempurna dari tujuh laga.

Real Madrid 15.

Artinya selisihnya sudah:

Enam poin.

Di bulan September!

Belum darurat.

Tetapi juga bukan sesuatu yang pantas dianggap remeh.


MASALAHNYA BUKAN BARCELONA MENANG, MADRID SENDIRI YANG KEHILANGAN POIN

Nah.

Ini inti tulisan saya.

Jangan setiap Barcelona menang kemudian Madridista berkata:

“Kapan Barcelona terpeleset?”

Kenapa harus menunggu mereka terpeleset?

Real Madrid yang harus berhenti terpeleset.

Itu lebih penting.

Karena Madrid sebenarnya memulai musim dengan cukup bagus.

Tetapi kemudian kehilangan poin.

Dan yang paling menyakitkan tentu saja Derby Madrid.


KALAH DARI ATLÉTICO ITU BUKAN SEKADAR KEHILANGAN TIGA POIN

Pada 20 September 2026, Real Madrid kalah 1-2 dari Atlético Madrid di Santiago Bernabéu. (espn.com)

Nah.

Kalau ada pertandingan yang saya paling tidak suka kalah?

Derby.

El Clásico.

Pertandingan besar Eropa.

Kenapa?

Karena kalahnya tidak selesai setelah 90 menit.

Besok buka media sosial?

Diejek.

Ketemu teman pendukung Atlético?

Diejek.

Grup WhatsApp?

Diejek lagi.

Hahaha.

Itulah sepak bola.

Tetapi dari perspektif kompetisi, kekalahan seperti ini jauh lebih serius.

Barcelona terus mengambil poin.

Madrid justru kehilangan tiga.

Jarak otomatis semakin terasa.


MADRID PUNYA SKUAD UNTUK JAUH LEBIH BAIK

Ini yang membuat saya tidak mau memberikan terlalu banyak alasan.

Real Madrid bukan klub kecil.

Skuadnya punya kualitas.

Ada Kylian Mbappé.

Vinícius.

Jude Bellingham.

Valverde.

Courtois.

Dan pemain-pemain berkualitas lainnya.

Jadi kalau Madrid tertinggal, saya tidak mau mendengar:

“Skuadnya kurang bagus.”

Mas...

Kalau skuad Madrid masih kurang bagus, klub lain mau bilang apa?

Hahaha.

Yang dibutuhkan adalah konsistensi.

Karena liga tidak dimenangkan hanya dengan memenangkan pertandingan besar.

Liga dimenangkan dengan:

menang lagi, menang lagi, menang lagi.


BARCELONA SEDANG MELAKUKAN HAL PALING MEMBOSANKAN DALAM SEPAK BOLA: MENANG TERUS

Hahaha.

Ini sebenarnya pujian.

Tim juara sering membosankan.

Bukan permainan mereka.

Tetapi hasilnya.

Menang.

Menang.

Menang.

Menang.

Ketika Anda berharap mereka kehilangan poin...

Menang lagi.

Itulah yang Barcelona lakukan sejauh ini.

Dan justru konsistensi seperti inilah yang harus dikejar Madrid.


JANGAN MENUNGGU EL CLÁSICO UNTUK BANGUN

Kadang kita terlalu terobsesi dengan El Clásico.

“Nanti Madrid kalahkan Barcelona.”

Oke.

Bagus.

Tetapi La Liga bukan hanya dua pertandingan El Clásico.

Ada puluhan pertandingan lainnya.

Kalau menang melawan Barcelona tetapi kehilangan poin melawan klub lain?

Percuma.

Tiga poin melawan Barcelona nilainya sama dengan tiga poin melawan klub papan bawah.

Memang gengsinya berbeda.

Tetapi di klasemen?

Sama-sama tiga.


MOURINHO SEKARANG HARUS MENEMUKAN KONSISTENSI

Real Madrid musim ini kembali berada di bawah José Mourinho.

Dan kita semua tahu karakter Mourinho.

Dia bukan pelatih yang datang hanya untuk:

“Membangun proyek lima tahun.”

Hahaha.

Mourinho datang untuk menang.

Tekanan otomatis besar.

Apalagi ini Real Madrid.

Klub ini tidak punya banyak kesabaran terhadap kata:

“Proses.”

Kalau menang?

Bagus.

Kalau juara?

Memang itu targetnya.

Kejam?

Begitulah Madrid.


MBAPPÉ JUGA HARUS MENJADI PEMBEDA

Kylian Mbappé sekarang sudah berada di fase ketika tidak cukup hanya disebut superstar.

Dia harus menentukan pertandingan.

Saya tidak meminta Mbappé mencetak hat-trick setiap minggu.

Tidak masuk akal.

Tetapi pemain dengan kualitas seperti Mbappé memang akan selalu mendapatkan tuntutan lebih tinggi.

Karena ketika pertandingan macet...

Ketika Madrid kesulitan...

Ketika lawan bertahan rapat...

Pemain seperti inilah yang diharapkan mengatakan:

“Kasih bolanya ke saya.”

Cristiano Ronaldo dulu begitu.


NAH, AKHIRNYA BANG DODO MASUK JUGA

Hahaha.

Saya tahu.

Tulisan Real Madrid tanpa Cristiano Ronaldo rasanya seperti bakso tanpa sambal.

Bisa.

Tetapi ada yang kurang.

Saya rindu satu hal dari era Bang Dodo di Madrid.

Obsesi menang.

Ronaldo bisa mencetak dua gol tetapi masih marah karena gagal mencetak gol ketiga.

Kadang terlihat berlebihan.

Tetapi mental seperti itu menular.

Real Madrid sekarang membutuhkan rasa lapar serupa.

Bukan harus menjadi Ronaldo.

Tidak mungkin.

Tetapi mentalitas:

“Kami tidak boleh nyaman.”

Itu yang saya rindukan.


SELISIH ENAM POIN BELUM BESAR, TAPI JANGAN DIBIARKAN

Mari realistis.

Enam poin pada September bukan akhir dunia.

La Liga masih panjang.

Barcelona pasti menghadapi pertandingan sulit.

Madrid juga masih punya banyak kesempatan.

Tetapi jangan sampai enam menjadi sembilan.

Kemudian sembilan menjadi dua belas.

Lalu kita berkata:

“Masih ada setengah musim.”

Hahaha.

Kejar sekarang.

Jangan menunggu rival kehilangan tenaga.


JUSTRU BAGUS BARCELONA KUAT

Saya mungkin terdengar aneh sebagai Madridista.

Tetapi saya justru suka Barcelona kuat.

Kenapa?

Karena Real Madrid terbaik sering muncul ketika memiliki lawan yang kuat.

Barcelona kuat?

Madrid dipaksa berkembang.

Madrid kuat?

Barcelona dipaksa berkembang.

Begitulah rivalitas seharusnya.

Saya tidak ingin El Clásico antara satu tim hebat melawan satu tim berantakan.

Saya ingin:

dua monster bertemu.

Itu baru seru.


PENUTUP: JANGAN TANYA KAPAN BARCELONA KALAH, TANYA KAPAN MADRID BERHENTI KEHILANGAN POIN

Barcelona memulai musim dengan sempurna.

Tujuh pertandingan. Tujuh kemenangan. 21 poin.

Real Madrid berada di angka 15 poin. (liputan6.com)

Selisih enam.

Masih bisa dikejar?

Tentu.

Musim masih panjang.

Tetapi menurut saya Madrid harus berhenti berharap rival membantu.

Barcelona tidak punya kewajiban kehilangan poin supaya Madrid bisa mengejar.

Madrid sendiri yang harus menang.

Menang.

Menang lagi.

Dan terus menekan.

Sampai suatu hari Barcelona melihat ke belakang dan berkata:

“Lho, putih-putih itu kok sudah dekat lagi?”

Hahaha.

Itulah Real Madrid yang saya mau.

Bukan menunggu.

Tetapi mengejar.

Bukan mengeluh.

Tetapi membuktikan.

Barcelona boleh sempurna sekarang.

Selamat.

Tetapi La Liga belum selesai.

Dan untuk Real Madrid...

Mas, ayo bangun.

Jangan sampai nanti saya setiap minggu harus menulis:

“TENANG, MASIH AWAL MUSIM.”

Capek juga.

Hahaha.

HALA MADRID Y NADA MÁS!


BERITA BOLA DJ BANGSA EAA
Berita terbaru, fakta pertandingan, sedikit fanatisme, humor, dan celotehan sepak bola ala DJ BANGSA EAA.

0Komentar

https://www.pulihseketika.com/2026/08/10000-orang-rp10000-daftar-pendukung.html
https://www.pulihseketika.com/2026/08/10000-orang-rp10000-daftar-pendukung.html
© Copyright - PULIHSEKETIKA.COM - FRESH NEWS ENTERTAINMENT FOR YOU #waktunyapulih
Berhasil Ditambahkan

Tulis Apa Yang Ingin Kamu Cari Dan Tekan ENTER Untuk Mencari.