TSM7GfYpGUWoGUr7BUr0GSO9

AL NASSR DIBANTAI 4-0, BANG DODO TAK BERDAYA! Ronaldo Masih Punya Kesempatan Menaklukkan Asia?


PulihSeketika.Com
 - BERITA BOLA DJ BANGSA EAA — Ketika Jadi Fans Bukan Berarti Harus Tutup Mata Kalau Tim Kesayangan Memang Main Buruk

Saya ini fans Cristiano Ronaldo.

Kalau pembaca rutin mengikuti tulisan sepak bola saya, rasanya tidak perlu saya jelaskan lagi.

Cristiano Ronaldo?

Bang Dodo.

CR7.

Salah satu pemain yang paling saya sukai sejak dulu sampai sekarang.

Tetapi menjadi fans bukan berarti setiap kali tim Bang Dodo kalah kita harus mencari seribu alasan.

Wasitlah.

Rumputlah.

Cuacalah.

Angin dari sebelah kirilah.

Mercury retrograde-lah.

Hahaha.

Kadang jawabannya jauh lebih sederhana:

Memang kalah.

Dan kali ini bukan kalah 0-1.

Bukan kalah melalui penalti menit 90+7.

Bukan juga kalah karena satu kesalahan kecil.

Al Nassr dihajar Al Ain 4-0 pada pertandingan pembuka AFC Champions League Elite 2026/27.

Empat.

Kosong.

Bang Dodo bermain.

Al Nassr tidak mencetak satu gol pun.

Sebagai fans Ronaldo saya tentu tidak senang.

Tetapi sebagai penikmat sepak bola?

Ya harus mengakui Al Ain memang pantas mendapatkan malam mereka.


EMPAT GOL TANPA BALAS: AL AIN MEMBERIKAN PERINGATAN KERAS

Pertandingan berlangsung di Hazza Bin Zayed Stadium, Uni Emirat Arab, pada 15 September 2026.

Al Ain tidak sekadar menang.

Mereka menang telak.

Menurut laporan resmi AFC, Houssine Rahimi mencetak dua gol, kemudian saudaranya Soufiane Rahimi menambah gol ketiga.

Lalu Giorgos Giakoumakis menutup pesta Al Ain menjelang pertandingan berakhir.

Skor akhir:

AL AIN 4-0 AL NASSR.

Bagi Al Ain, ini pembukaan yang luar biasa.

Bagi Al Nassr?

Kalau boleh saya sederhanakan:

Bangun, Mas. Kompetisi Asia sudah dimulai.

Hahaha.


RONALDO MAIN, TAPI MALAM ITU BUKAN MALAM BANG DODO

Nah, ini yang harus kita bicarakan.

Cristiano Ronaldo dimainkan.

Tetapi dia tidak berhasil mencetak gol.

Salah satu laporan pertandingan mencatat Ronaldo melepaskan lima tembakan, tetapi hanya satu yang tepat sasaran. Ia juga hanya mencatat tiga sentuhan di dalam kotak penalti lawan.

Buat ukuran Cristiano Ronaldo?

Tentu itu bukan pertandingan yang ingin dikenang.

Tetapi saya juga tidak setuju kalau seluruh kekalahan kemudian ditaruh di pundak Ronaldo.

Sepak bola dimainkan sebelas orang.

Kalau kalah 4-0 kemudian semua orang menunjuk satu striker?

Ya enak sekali pemain lain.

Hahaha.

Kiper pulang.

Bek pulang.

Gelandang pulang.

Pelatih pulang.

Semua bilang:

“Ronaldo saja yang tanggung jawab.”

Ya jangan begitu.


ANGE POSTECOGLOU JUSTRU MEMBELA RONALDO

Setelah kekalahan tersebut, Cristiano Ronaldo mendapatkan kritik.

Pelatih Al Nassr, Ange Postecoglou, kemudian membela pemain Portugal tersebut.

Postecoglou menolak anggapan bahwa Ronaldo menjadi masalah dan mengambil tanggung jawab atas performa tim. Ia juga menyinggung padatnya jadwal yang dihadapi Al Nassr.

Nah.

Ini menurut saya penting.

Pelatih boleh membela pemain.

Fans boleh membela idolanya.

Tetapi hasil pertandingan tetap tidak berubah:

4-0.

Dan justru karena itu evaluasinya harus serius.


SAYA FANS RONALDO, TAPI JANGAN SEMUA KRITIK DIANGGAP HATER

Ini penyakit fanatisme sepak bola modern.

Ronaldo dikritik?

“Hater!”

Messi dikritik?

“Hater!”

Madrid dikritik?

“Hater!”

Manchester United dikritik?

“Hater!”

Mas...

Kadang orang mengkritik karena memang ada yang harus dikritik.

Hahaha.

Saya fans berat Ronaldo.

Tetapi kalau Bang Dodo bermain buruk, ya kita bilang:

Hari ini kurang bagus, Bang.

Selesai.

Besok cetak hat-trick?

Saya paling depan teriak:

SIUUUUUUUU!

Menjadi fans tidak harus kehilangan kemampuan melihat pertandingan.


YANG MEMBUAT SAYA KHAWATIR BUKAN RONALDO, TAPI AL NASSR

Kalau boleh memilih satu hal yang paling mengganggu saya dari hasil ini, justru bukan Cristiano Ronaldo.

Tetapi Al Nassr sebagai tim.

Karena kalau ambisinya menjuarai Asia, kekalahan 4-0 seperti ini adalah alarm.

Anda tidak bisa selalu berharap:

“Nanti Ronaldo bikin gol.”

Ronaldo sekarang berusia 41 tahun.

Dia masih bisa mencetak gol.

Masih bisa menjadi ancaman.

Masih punya positioning.

Masih punya naluri.

Tetapi jangan berharap seorang pemain 41 tahun setiap pertandingan harus mengangkat satu tim sendirian.

Justru pemain-pemain yang lebih muda harus membantu Bang Dodo.

Bukan Bang Dodo terus yang diminta menyelamatkan mereka.


KALAU BOLA TIDAK SAMPAI KE DEPAN, RONALDO MAU NGAPAIN?

Ini sederhana.

Striker membutuhkan suplai.

Kalau penguasaan bola tidak menghasilkan penetrasi...

Kalau gelandang kesulitan menciptakan ruang...

Kalau winger tidak menghasilkan peluang...

Kalau lawan mampu memutus jalur bola...

Maka striker akan terisolasi.

Mau Ronaldo.

Haaland.

Mbappé.

Lewandowski.

Siapa pun.

Kalau bolanya tidak datang?

Mau mencetak gol pakai telepati?

Hahaha.

Dan fakta bahwa Ronaldo hanya mendapatkan sedikit sentuhan di kotak penalti pada pertandingan ini menurut saya menjadi salah satu tanda bahwa persoalan Al Nassr lebih besar daripada sekadar penyelesaian akhir.


AL AIN JUGA JANGAN DIANGGAP TIM SEMBARANGAN

Kadang karena ada Cristiano Ronaldo, kita terlalu fokus kepada Al Nassr.

Padahal lawannya juga bermain sepak bola.

Al Ain adalah mantan juara Asia dan datang dengan kualitas serta pengalaman kontinental.

Pelatih Al Ain Vladimir Ivic mengatakan kemenangan atas Al Nassr memberikan dorongan moral dan menunjukkan kemampuan timnya. AFC sendiri menggambarkan kemenangan 4-0 tersebut sebagai kemenangan yang pantas.

Jadi jangan membuat narasi seolah:

“Al Nassr tiba-tiba kalah dari klub yang tidak jelas.”

Tidak.

Al Ain punya kualitas.

Dan malam itu mereka jauh lebih efektif.


SAUDARA RAHIMI BIKIN AL NASSR PUSING

Yang menarik adalah nama pencetak golnya.

Houssine Rahimi.

Dua gol.

Kemudian:

Soufiane Rahimi.

Satu gol.

Saudaraan.

Saya membayangkan obrolan keluarga mereka setelah pertandingan.

“Berapa gol tadi?”

“Dua.”

“Kamu?”

“Satu.”

Hahaha.

Keluarga Rahimi benar-benar membuat malam Al Nassr berantakan.

Kemudian Giakoumakis menambahkan gol terakhir.

Selesai.

Empat.


INI BARU PERTANDINGAN PERTAMA, JANGAN LANGSUNG BIKIN BATU NISAN

Nah, ini juga penting.

Kalah 4-0 memang buruk.

Sangat buruk.

Tetapi kompetisi belum selesai.

Ini pertandingan pembuka fase liga AFC Champions League Elite 2026/27.

Jadi jangan besok bikin headline:

“AL NASSR TAMAT!”

Belum.

Hahaha.

Justru sekarang yang menarik adalah melihat reaksinya.

Tim besar tidak dinilai hanya dari bagaimana mereka menang.

Tim besar juga dinilai dari:

bagaimana mereka merespons kekalahan.

Kalau setelah dihajar 4-0 kemudian bangkit dan memenangkan beberapa pertandingan berikutnya?

Cerita berubah.

Kalau mentalnya runtuh?

Nah, baru bahaya.


DAN DI SINILAH SAYA MENUNGGU BANG DODO

Cristiano Ronaldo sepanjang kariernya sudah mengalami banyak kekalahan.

Kalah final.

Tersingkir.

Dihajar rival.

Gagal penalti.

Dikritik.

Dicemooh.

Tetapi salah satu karakter yang membuat saya menyukainya adalah:

dia selalu ingin menjawab.

Kadang berhasil.

Kadang tidak.

Tetapi reaksinya hampir selalu sama:

Mencoba lagi.

Jadi setelah kekalahan 4-0 ini, saya justru penasaran.

Pertandingan berikutnya bagaimana?

Ronaldo marah?

Bagus.

Gunakan marahnya.

Jangan untuk ribut.

Gunakan untuk mencetak gol.


BANG DODO, JANGAN PENSIUN SEBELUM DAPAT ASIA!

Nah.

Sekarang masuk ke bagian opini saya.

Ini bukan berita.

Ini bukan pernyataan Ronaldo.

Ini bukan informasi resmi Al Nassr.

Ini keinginan saya sebagai fans.

Saya ingin Cristiano Ronaldo mencoba memenangkan kompetisi klub utama Asia bersama Al Nassr sebelum pensiun.

Kenapa?

Karena ceritanya akan menarik.

Dia sudah memenangkan Liga Champions UEFA berkali-kali di Eropa.

Sudah memenangkan kompetisi dan trofi di berbagai negara.

Sekarang dia berada di Asia.

Kalau pada penghujung karier bisa mengangkat trofi kontinental bersama Al Nassr?

Menurut saya itu menjadi penutup perjalanan klub yang indah.

Apakah pasti terjadi?

Tidak.

Apakah mudah?

Jelas tidak.

Kekalahan 4-0 dari Al Ain justru membuktikannya.


TROFI ASIA TIDAK AKAN DATANG KARENA NAMA CRISTIANO RONALDO

Ini juga harus dipahami Al Nassr.

Nama Ronaldo besar.

Sangat besar.

Tetapi tulisan CRISTIANO RONALDO di daftar pemain tidak otomatis memberikan trofi.

Lawan tidak akan berkata:

“Wah ada Ronaldo. Kami menyerah saja.”

Justru sebaliknya.

Semua ingin mengalahkan Ronaldo.

Semua bek ingin mengatakan:

“Saya pernah menghentikan Cristiano Ronaldo.”

Semua klub ingin punya foto kemenangan melawan timnya.

Itulah harga menjadi superstar.


AL NASSR HARUS MENJADI TIM, BUKAN RONALDO DAN SEPULUH ORANG LAIN

Menurut saya ini kuncinya.

Kalau Al Nassr ingin serius menjuarai Asia:

jangan bangun permainan hanya di sekitar nama besar.

Bangun tim.

Ronaldo harus menjadi bagian penting dari sistem.

Bukan sistem itu sendiri.

Ada hari Ronaldo mencetak dua gol.

Ada hari Ronaldo tidak mencetak gol.

Ketika Ronaldo tidak mencetak gol, pemain lain harus muncul.

Itulah tim juara.

Real Madrid ketika Ronaldo bermain dulu juga bukan hanya Ronaldo.

Ada Benzema.

Bale.

Modrić.

Kroos.

Casemiro.

Marcelo.

Ramos.

Carvajal.

Navas.

Dan lainnya.

Bang Dodo luar biasa.

Tetapi mesin Madrid memiliki banyak komponen.

Al Nassr juga harus begitu.


USIA 41 TAHUN ITU FAKTA, BUKAN HINAAN

Kadang fans Ronaldo marah kalau umur dibahas.

Saya tidak.

Cristiano Ronaldo berusia 41 tahun.

Itu fakta.

Justru bagi saya itulah yang membuat ceritanya semakin menarik.

Karena pada usia ketika hampir semua pemain generasinya sudah meninggalkan level kompetitif tertinggi, Ronaldo masih berada di lapangan.

Tetapi kita juga harus realistis.

Dia tidak bisa diperlakukan seperti Ronaldo usia 27.

Manajemen menit bermain penting.

Recovery penting.

Sistem penting.

Suplai bola penting.

Pemain muda di sekelilingnya penting.

Kalau semua dibebankan kepada pemain 41 tahun?

Yang salah bukan Ronaldo.

Yang salah perencanaannya.


KEKALAHAN 4-0 BISA MENJADI RACUN ATAU OBAT

Saya suka melihat kekalahan dengan dua kemungkinan.

Pertama:

Menjadi racun.

Pemain saling menyalahkan.

Fans marah.

Pelatih panik.

Kepercayaan diri turun.

Tim berantakan.

Atau kedua:

Menjadi obat pahit.

Tidak enak diminum.

Tetapi membuat semua orang sadar ada yang salah.

Kalau saya Postecoglou, rekaman pertandingan melawan Al Ain ini tidak saya buang.

Saya putar.

Lihat lagi.

Di mana ruang terbuka?

Kenapa Al Ain mudah menyerang?

Kenapa Ronaldo minim sentuhan di kotak penalti?

Kenapa transisi gagal?

Kenapa empat gol bisa terjadi?

Bukan untuk mencari siapa yang harus dihukum.

Tetapi:

apa yang harus diperbaiki?


JANGAN JUGA LUPA: MUSIM MASIH PANJANG

Inilah sepak bola.

Hari ini Anda kalah 4-0.

Dua bulan kemudian bisa menjadi tim paling ditakuti.

Atau sebaliknya.

Hari ini menang 5-0.

Dua bulan kemudian berantakan.

Makanya saya tidak suka membuat kesimpulan besar dari satu pertandingan.

Kekalahan ini adalah peringatan.

Bukan vonis.

Al Nassr masih punya perjalanan panjang.

Dan sekarang justru tekanannya meningkat.

Karena pertandingan berikutnya semua orang akan bertanya:

“Mana reaksinya?”


KALAU BANG DODO CETAK HAT-TRICK NANTI, JANGAN LUPA ARTIKEL INI

Hahaha.

Saya sudah bisa membayangkan.

Hari ini:

“Ronaldo habis.”

“Ronaldo tua.”

“Ronaldo gagal.”

Kemudian beberapa pertandingan kemudian Bang Dodo mencetak dua atau tiga gol.

Timeline berubah:

“GOAT!”

Begitulah sepak bola modern.

Cepat sekali.

Makanya santai.

Saya tidak mau membela Ronaldo secara buta setelah kekalahan ini.

Tetapi saya juga tidak akan mengubur karier seseorang berdasarkan satu pertandingan.

Apalagi Cristiano Ronaldo.

Sudah terlalu sering orang mengatakan dia selesai.

Dan berkali-kali juga dia menjawab.


SAYA JUSTRU MAU LIHAT SATU COMEBACK TERAKHIR

Ini harapan pribadi saya.

Saya ingin melihat satu cerita besar lagi.

Tidak harus Ronaldo mencetak 50 gol.

Tidak harus setiap pertandingan hat-trick.

Saya cuma ingin melihat Bang Dodo dan Al Nassr benar-benar memberikan perlawanan serius untuk trofi Asia.

Bayangkan.

Usia 41 tahun.

Musim-musim terakhir karier.

Al Nassr sempat dihajar 4-0 pada pertandingan pembuka.

Kemudian bangkit.

Lolos.

Terus berjalan.

Masuk fase gugur.

Dan entah sampai sejauh apa.

Kalau akhirnya juara?

Wah.

Itu film.

Hahaha.

Tetapi sekali lagi:

Itu harapan saya.

Bukan prediksi.

Perjalanannya masih panjang.


PENUTUP: BANG DODO, KALI INI SAYA TIDAK BISA MEMBELA SKORNYA!

Jadi kesimpulannya sederhana.

Al Ain menang 4-0 atas Al Nassr.

Houssine Rahimi mencetak dua gol.

Soufiane Rahimi mencetak satu.

Giorgos Giakoumakis menutup kemenangan.

Cristiano Ronaldo bermain tetapi tidak mencetak gol.

Itu faktanya.

Sekarang opini saya:

Al Nassr harus bangun.

Kalau targetnya Asia, permainan seperti ini tidak cukup.

Ronaldo juga tidak bisa terus dijadikan penyelamat untuk semua masalah.

Dia 41 tahun.

Gunakan pengalaman dan naluri golnya.

Tetapi bangun tim di sekelilingnya.

Dan buat para pemain lain ikut mengambil tanggung jawab.

Saya tetap fans Bang Dodo.

Tetap.

Tidak berubah gara-gara kalah 4-0.

Tetapi justru karena fans, saya tidak mau berkata:

“Tidak apa-apa.”

Ya apa-apa, Mas!

Kalah 4-0 kok tidak apa-apa.

Hahaha.

Evaluasi.

Bangkit.

Menang lagi.

Dan Bang Dodo...

Kalau boleh saya meminta satu hal:

Jangan buru-buru selesai.

Saya masih ingin melihat satu perjalanan besar lagi.

Kalau bisa, kejar trofi Asia itu.

Kalau akhirnya gagal?

Ya sepak bola.

Tetapi jangan menyerah sebelum benar-benar mencoba.

Karena setelah bertahun-tahun mengikuti Cristiano Ronaldo, saya tahu satu hal:

Ketika orang mulai berkata dia sudah habis...

biasanya justru di situlah saya mulai menunggu jawabannya.

Sampai pertandingan berikutnya.

Dan kalau nanti Bang Dodo kembali mencetak gol?

Maaf tetangga.

Saya mungkin teriak lagi:

SIUUUUUUUUUUUUUU!


BERITA BOLA DJ BANGSA EAA
Berita terbaru, fakta pertandingan, sejarah, sedikit fanatisme, banyak rasa, dan celotehan sepak bola ala DJ BANGSA EAA.

0Komentar

https://www.pulihseketika.com/2026/08/10000-orang-rp10000-daftar-pendukung.html
https://www.pulihseketika.com/2026/08/10000-orang-rp10000-daftar-pendukung.html
© Copyright - PULIHSEKETIKA.COM - FRESH NEWS ENTERTAINMENT FOR YOU #waktunyapulih
Berhasil Ditambahkan

Tulis Apa Yang Ingin Kamu Cari Dan Tekan ENTER Untuk Mencari.