PulihSeketika.Com
 - "Setiap kali muncul sebuah kasus, perhatian kita selalu tertuju pada satu nama. Padahal, kalau sebuah persoalan bisa terjadi, mungkin yang perlu dievaluasi bukan hanya manusianya... tetapi juga sistem yang memberi ruang terjadinya persoalan itu."


Bangsa Ini Terlalu Sering Mencari Tokoh untuk Disalahkan

Setiap ada persoalan besar...

Kita langsung mencari siapa yang harus bertanggung jawab.

Siapa yang salah.

Siapa yang harus dihukum.

Padahal saya sering berpikir...

Kalau sebuah persoalan bisa terjadi dalam sistem yang sama, bukankah sudah saatnya kita bertanya...

Apakah sistemnya juga perlu diperbaiki?

Karena mengganti orang jauh lebih mudah daripada memperbaiki tata kelola.


Ramainya Kasus Pendidikan Harus Menjadi Bahan Introspeksi Bersama

Belakangan ini masyarakat kembali mengikuti perkembangan proses hukum yang berkaitan dengan kebijakan di sektor pendidikan pada masa lalu.

Biarlah proses tersebut berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kita menghormati asas praduga tak bersalah dan percaya bahwa setiap pihak berhak mendapatkan proses yang adil.

Namun sebagai masyarakat, jangan sampai perhatian kita berhenti pada nama seseorang.

Momentum ini seharusnya mendorong evaluasi yang lebih luas terhadap bagaimana kebijakan dirancang, diawasi, dilaksanakan, dan dipertanggungjawabkan.

Karena pendidikan menyangkut masa depan bangsa, bukan hanya satu periode kepemimpinan.


Kalau Sistemnya Kuat, Siapa Pun Pemimpinnya Akan Lebih Mudah Bekerja

Saya percaya setiap pemimpin datang dengan niat membawa perubahan.

Namun sehebat apa pun seseorang...

Kalau sistemnya lemah...

Pengawasannya longgar...

Evaluasinya tidak berjalan...

Maka risiko persoalan akan selalu ada.

Sebaliknya...

Kalau sistemnya transparan.

Auditnya kuat.

Pengawasannya terbuka.

Maka siapa pun yang memimpin akan bekerja dalam koridor yang jelas.


Dinas Pendidikan Tidak Boleh Hanya Menjadi Pelaksana Administrasi

Di banyak daerah, Dinas Pendidikan menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan.

Tetapi saya berharap perannya lebih dari sekadar menjalankan instruksi.

Dinas Pendidikan juga harus menjadi mata dan telinga masyarakat.

Berani mengevaluasi.

Berani memberi masukan.

Berani melaporkan apabila ada kebijakan yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Karena kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan dari kebijakan pusat.

Tetapi juga dari keberanian memperbaiki pelaksanaan di daerah.


Yang Dibutuhkan Adalah Budaya Transparansi

Pendidikan mengelola anggaran yang besar.

Harapan masyarakat juga besar.

Karena itu, transparansi tidak boleh menjadi slogan.

Masyarakat harus mudah mengetahui bagaimana anggaran digunakan.

Program dievaluasi secara berkala.

Hasilnya dapat diukur.

Keberhasilannya bisa dirasakan.

Kalau semua dilakukan secara terbuka, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya.


Penutup

Saya tidak sedang mengajak siapa pun untuk menghakimi seseorang.

Saya juga tidak sedang membela siapa pun.

Yang saya inginkan sederhana.

Setiap dinamika yang terjadi hari ini jangan berhenti menjadi berita.

Jadikan ia sebagai pelajaran.

Jadikan ia sebagai bahan evaluasi.

Jadikan ia sebagai alasan untuk memperbaiki cara kita mengelola pendidikan Indonesia.

Karena pada akhirnya...

Bangsa yang maju bukanlah bangsa yang tidak pernah memiliki masalah.

Bangsa yang maju adalah bangsa yang berani belajar dari setiap masalahnya, lalu membangun sistem yang lebih baik agar kesalahan yang sama tidak terus berulang.

— Bangsa