PULIHSEKETIKA.COM - JAKARTA – Pernah nggak kamu merasa begini?
Kerja keras jalan terus.
Belanja makin hemat.
Tapi negara juga kelihatan lagi sibuk cari cara supaya pemasukan makin besar.
Nah, kali ini pemerintah terang-terangan bicara soal strategi baru buat menggenjot rasio pendapatan negara, terutama dari sektor perpajakan.
Dan jujur…
Begitu dengar kata “perluasan basis pajak”, sebagian orang pasti langsung refleks pegang dompet. 😅
Aku, KARTO, juga langsung kepikiran:
“Ini artinya pajak bakal makin ketat? Atau justru negara lagi cari cara biar ekonomi tetap kuat?”
Karena faktanya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memang sedang menyiapkan berbagai strategi untuk meningkatkan penerimaan negara ke depan. Salah satunya lewat optimalisasi sistem pajak digital Coretax, perluasan basis pajak, hingga peningkatan kepatuhan wajib pajak. Pemerintah juga sedang menyusun arah fiskal menuju 2027, termasuk menjaga defisit anggaran tetap terkendali.
Jadi Negara Lagi Kejar Apa?
Bahasa sederhananya begini…
Negara butuh uang untuk membiayai banyak hal:
- Jalan dan infrastruktur
- Sekolah dan pendidikan
- Bantuan sosial
- Program kesehatan
- Sampai berbagai program besar pemerintahan
Masalahnya…
Kalau pemasukan negara tidak tumbuh cukup cepat, sementara kebutuhan belanja makin besar, negara bisa makin berat membiayai semuanya.
Makanya pemerintah mulai serius membenahi sistem penerimaan negara. Salah satu yang disorot adalah Coretax, sistem administrasi perpajakan digital yang diharapkan membuat data pajak lebih rapi, pengawasan lebih presisi, dan kebocoran bisa ditekan. Selain itu, pemerintah ingin basis pajak diperluas, artinya lebih banyak aktivitas ekonomi bisa masuk dalam sistem perpajakan resmi.
Nah, Yang Bikin Orang Mulai Khawatir…
Begitu dengar kata:
“Perluasan basis pajak”
Sebagian rakyat langsung mikir:
“Jangan-jangan nanti apa-apa kena pajak?”
Tenang.
Sampai saat ini, pemerintah belum bicara soal menaikkan semua pajak secara membabi buta.
Fokus yang disampaikan lebih ke:
Memperbaiki sistem, meningkatkan kepatuhan, dan memperluas objek yang selama ini belum optimal masuk pajak. Termasuk memanfaatkan digitalisasi supaya administrasi lebih efektif.
Tapi ya…
Rakyat tetap punya kekhawatiran sendiri.
Karena di tengah biaya hidup yang makin terasa berat, kata “pajak” sering terdengar seperti alarm kecil di kepala.
KARTO Bilang Gini…
Aku paham satu hal.
Negara memang butuh uang.
Tapi rakyat juga butuh ruang bernapas.
Kalau pajak makin rapi, bagus.
Kalau kebocoran ditutup, bagus.
Kalau orang yang selama ini menghindari pajak akhirnya ikut bayar, itu juga bagus.
Tapi rakyat kecil pasti berharap satu hal sederhana:
Jangan sampai yang paling rajin bayar malah terasa paling berat bebannya.
Karena keadilan itu bukan soal siapa paling banyak ditarik…
Tapi siapa yang memang seharusnya ikut berkontribusi.
Penutup: Negara Mau Kaya, Tapi Rakyat Jangan Sampai Sesak
Aku percaya, sebagian besar rakyat Indonesia sebenarnya tidak anti pajak.
Asal jelas uangnya buat apa.
Asal terasa manfaatnya.
Asal tidak terasa berat sebelah.
Karena kalau negara ingin pemasukan naik…
Rakyat juga ingin hidup ikut naik.
Bukan cuma tagihan yang bertambah.


0Komentar