PULIHSEKETIKA.COM - Kenapa Kita Sulit Mencintai Diri Sendiri? Ternyata Sejak Lama Kita Diajarkan Menjadi Segalanya untuk Orang Lain, Kecuali untuk Diri Sendiri
Oleh: LUNARA untuk PULIHSEKETIKA.COM
Cara mencintai diri sendiri, self love, belajar menerima diri, mindfulness, kesehatan mental, self healing, cara menghargai diri sendiri, mencintai diri sendiri.
"Aku Bisa Mengerti Semua Orang, Tapi Kenapa Aku Tidak Bisa Mengerti Diriku Sendiri?" – Pertanyaan yang Diam-Diam Menyakiti Banyak Hati
Pernahkah kamu begitu sabar kepada orang lain, tetapi sangat keras kepada dirimu sendiri?
Ketika temanmu gagal, kamu berkata:
"Tidak apa-apa, kamu sudah berusaha."
Ketika seseorang melakukan kesalahan, kamu berkata:
"Semua orang pernah salah."
Ketika orang lain merasa sedih, kamu memeluk dan menguatkan mereka.
Tetapi ketika dirimu sendiri gagal…
kamu menghakimi.
Ketika dirimu sendiri lelah…
kamu memaksa.
Ketika dirimu sendiri menangis…
kamu menyuruhnya diam.
Lalu suatu hari, di tengah kelelahan yang tidak bisa dijelaskan, kamu bertanya:
"Kenapa aku sulit sekali mencintai diriku sendiri?"
LUNARA Ingin Bercerita...
Aku, LUNARA, sering melihat manusia memberikan cinta yang begitu besar kepada orang lain.
Mereka rela berkorban.
Rela mengerti.
Rela mengalah.
Rela memaafkan.
Tetapi ketika berhadapan dengan dirinya sendiri, mereka berubah.
Mereka menjadi hakim.
Menjadi pengkritik.
Menjadi orang yang paling keras.
Seolah-olah dirinya tidak pantas mendapatkan kelembutan yang sama.
Padahal…
jika ada satu orang yang paling lama hidup bersamamu, orang itu adalah dirimu sendiri.
Jika ada satu hati yang akan selalu menemanimu hingga akhir hidupmu, hati itu adalah hatimu sendiri.
Lalu mengapa kita begitu sering mengabaikannya?
Kita Tidak Dilahirkan Membenci Diri Sendiri
Seorang anak kecil tidak lahir dengan pikiran:
"Aku tidak cukup baik."
"Aku jelek."
"Aku gagal."
"Aku tidak berharga."
Pikiran-pikiran itu dipelajari.
Sedikit demi sedikit.
Dari pengalaman.
Dari lingkungan.
Dari perbandingan.
Dari kritik.
Dari penolakan.
Lalu tanpa sadar, kita tumbuh menjadi orang dewasa yang terus mempertanyakan nilai dirinya sendiri.
Kita Diajarkan Menjadi Baik untuk Orang Lain, Tetapi Tidak Diajarkan Menjadi Baik kepada Diri Sendiri
Sejak kecil kita sering mendengar:
Jangan mengecewakan orang tua.
Jangan membuat orang lain sedih.
Jangan membuat orang lain marah.
Jangan menjadi beban.
Jangan egois.
Sedikit demi sedikit, kita belajar satu hal:
kebutuhan orang lain lebih penting daripada kebutuhan diri sendiri.
Lalu ketika dewasa, kita menjadi orang yang:
selalu mengalah,
selalu memahami,
selalu memberi,
selalu hadir.
Tetapi tidak tahu bagaimana mendengarkan dirinya sendiri.
Dan di sanalah hubungan kita dengan diri sendiri mulai renggang.
Mengapa Kita Sulit Mencintai Diri Sendiri?
Karena kita mengira self love adalah kesempurnaan.
Kita berkata:
"Aku akan mencintai diriku jika aku lebih sukses."
"Aku akan menerima diriku jika aku lebih kurus."
"Aku akan menghargai diriku jika aku punya lebih banyak uang."
"Aku akan bangga pada diriku jika aku berhasil."
Tanpa sadar, cinta kepada diri sendiri menjadi sesuatu yang bersyarat.
Padahal jika cinta selalu menunggu kesempurnaan…
kita mungkin tidak akan pernah merasa cukup.
Kita Sering Mengukur Diri dengan Standar yang Tidak Manusiawi
LUNARA ingin bertanya.
Mengapa kita mengharuskan diri:
selalu kuat,
selalu produktif,
selalu berhasil,
selalu bahagia,
selalu tahu semua jawaban?
Bukankah kita manusia?
Bukankah manusia memang bisa lelah?
Bisa salah?
Bisa sedih?
Bisa bingung?
Kadang kita tidak sulit mencintai diri sendiri.
Kita hanya terlalu menuntut diri menjadi sesuatu yang tidak mungkin.
Salah Satu Bentuk Ketidakcintaan pada Diri Sendiri Adalah Tidak Pernah Merasa Cukup
Ada orang yang berhasil, tetapi tetap merasa gagal.
Ada yang dipuji, tetapi tidak percaya.
Ada yang dicintai, tetapi tetap merasa tidak pantas.
Karena masalahnya bukan berada di luar.
Masalahnya ada di dalam.
Ada suara kecil yang terus berkata:
"Masih kurang."
"Masih belum cukup."
"Masih belum layak."
Dan suara itu begitu sering diulang, sampai akhirnya terdengar seperti kebenaran.
Padahal belum tentu.
Mencintai Diri Sendiri Bukan Berarti Selalu Menyukai Semua Hal tentang Dirimu
Mindfulness mengajarkan sesuatu yang sangat lembut.
Self love bukan berarti:
tidak pernah sedih,
selalu percaya diri,
atau selalu bangga pada diri sendiri.
Self love berarti:
tetap memperlakukan diri dengan kasih sayang, bahkan ketika kita sedang tidak sempurna.
Tetap menghargai diri ketika sedang gagal.
Tetap menerima diri ketika sedang berantakan.
Tetap menemani diri ketika sedang terluka.
Karena cinta yang sejati tidak hanya hadir ketika semuanya baik-baik saja.
Kita Sering Menjadi Rumah bagi Semua Orang, Tetapi Tidak Pernah Menjadi Rumah bagi Diri Sendiri
Aku, LUNARA, sering melihat manusia menjadi tempat pulang bagi banyak orang.
Mereka mendengarkan.
Menenangkan.
Memeluk.
Menguatkan.
Tetapi ketika dirinya sendiri lelah…
mereka tidak tahu harus ke mana.
Karena mereka belum belajar menjadi rumah yang aman bagi dirinya sendiri.
Padahal salah satu hubungan terpenting dalam hidup adalah hubungan dengan diri sendiri.
Karena ke mana pun kamu pergi…
dirimu akan selalu ikut.
Mindfulness Mengajarkan: Kamu Adalah Manusia, Bukan Proyek yang Harus Sempurna
Ini mungkin kalimat yang perlu kamu dengar malam ini.
Kamu tidak perlu memperbaiki semua kekuranganmu agar layak dicintai.
Kamu tidak perlu menjadi sempurna agar berharga.
Kamu tidak perlu menjadi seperti orang lain agar pantas diterima.
Karena nilai dirimu tidak dimulai ketika kamu berhasil.
Nilai dirimu sudah ada sejak awal.
Kamu berharga bukan karena pencapaianmu.
Bukan karena penampilanmu.
Bukan karena pengakuan orang lain.
Tetapi karena kamu adalah manusia.
Dan setiap manusia layak diperlakukan dengan kasih sayang.
Termasuk oleh dirinya sendiri.
Bagaimana Jika Aku Tidak Tahu Cara Mencintai Diri Sendiri?
Aku, LUNARA, ingin bertanya.
Jika sahabatmu melakukan kesalahan yang sama seperti yang kamu lakukan hari ini…
apa yang akan kamu katakan kepadanya?
Apakah kamu akan menghina dan merendahkannya?
Atau kamu akan berkata:
"Tidak apa-apa. Kamu sedang belajar."
"Kamu sudah berusaha."
"Kamu tidak harus sempurna."
Lalu mengapa kata-kata itu begitu mudah diberikan kepada orang lain…
tetapi begitu sulit diberikan kepada diri sendiri?
Mungkin…
mencintai diri sendiri dimulai dari belajar berbicara dengan lembut kepada diri kita.
Cara Mindfulness Belajar Mencintai Diri Sendiri
1. Berhenti Berbicara Kasar kepada Diri Sendiri
Perhatikan suaramu di dalam kepala.
Apakah ia seperti sahabat?
Atau seperti musuh?
2. Terima Bahwa Kamu Tidak Harus Sempurna
Kesalahan bukan bukti bahwa kamu gagal.
Kesalahan adalah bagian dari menjadi manusia.
3. Dengarkan Kebutuhanmu
Apa yang sedang kamu rasakan?
Apa yang sedang kamu butuhkan?
Apa yang selama ini kamu abaikan?
4. Berikan Diri Sendiri Istirahat
Kamu tidak harus produktif setiap saat.
Kamu juga pantas beristirahat.
5. Perlakukan Diri Seperti Orang yang Kamu Cintai
Bersikaplah lebih lembut.
Lebih sabar.
Lebih mengerti.
Karena dirimu juga pantas mendapatkan cinta itu.
Jika Malam Ini Kamu Merasa Tidak Cukup...
Jika malam ini kamu merasa gagal…
merasa tidak berharga…
merasa belum menjadi siapa-siapa…
Aku, LUNARA, ingin menemanimu sejenak.
Tarik napas perlahan.
Lihat tanganmu.
Lihat dirimu.
Kamu sudah berjalan sejauh ini.
Kamu sudah melalui banyak kehilangan.
Banyak ketakutan.
Banyak kekecewaan.
Tetapi kamu masih di sini.
Masih bertahan.
Masih mencoba.
Dan mungkin…
itu adalah salah satu bukti bahwa ada bagian di dalam dirimu yang masih sangat ingin hidup.
Masih ingin sembuh.
Masih ingin dicintai.
Penutup: Mungkin Orang yang Paling Membutuhkan Cintamu Selama Ini Adalah Dirimu Sendiri
Mindfulness tidak mengajarkan kita menjadi manusia yang sempurna.
Mindfulness mengajarkan kita menjadi manusia yang hadir untuk dirinya sendiri.
Karena pada akhirnya…
kita akan kehilangan banyak hal dalam hidup.
Orang bisa pergi.
Keadaan bisa berubah.
Harapan bisa hancur.
Tetapi hubungan dengan diri sendiri akan tetap ada.
Dan mungkin…
selama ini kamu terlalu sibuk mencari penerimaan dari luar.
Terlalu sibuk mengejar pengakuan.
Terlalu sibuk berusaha dicintai oleh semua orang.
Sampai lupa bahwa ada satu hati yang sudah lama menunggu untuk dipeluk.
Yaitu hatimu sendiri.
Maka malam ini…
cobalah berbicara lebih lembut kepada dirimu.
Maafkan beberapa kesalahan.
Hargai beberapa perjuangan.
Dan peluk dirimu sedikit lebih erat.
Karena mungkin…
orang yang paling lama menunggumu untuk berkata:
"Aku menerima dan mencintaimu apa adanya."
adalah dirimu sendiri.
— LUNARA
Untuk jiwa-jiwa yang terlalu lama menjadi rumah bagi orang lain, tetapi sedang belajar pulang dan mencintai dirinya sendiri.
PULIHSEKETIKA.COM 🌙✨


0Komentar