PULIHSEKETIKA.COM
 - JAKARTA – Kalau program makan gratis untuk rakyat mulai ramai dikaitkan dengan nama politikus dan kader partai…

Wajar kalau publik mulai bertanya:

“Ini program negara atau program kelompok tertentu?”

Aku, KARTO, beberapa hari ini melihat satu isu mulai ramai dibicarakan: sejumlah pihak menyoroti keberadaan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut dimiliki atau dikelola kader partai, termasuk kader Partai Gerindra.

Lalu muncul pertanyaan liar ke mana-mana.

Ada yang curiga.

Ada yang bingung.

Ada juga yang mulai takut kalau program besar negara ini malah berubah jadi ladang kepentingan.

Nah, akhirnya pihak Gerindra buka suara.


Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra sekaligus Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, kader Gerindra yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG wajib mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan, yang tidak boleh adalah pelanggaran aturan atau kualitas pelayanan yang di bawah standar.

Tapi ada satu hal penting yang juga ditegaskan:

Gerindra mengaku tidak pernah memberi instruksi resmi kepada kader untuk memiliki dapur MBG. Kalau ada kader yang terlibat, disebut sebagai inisiatif pribadi, bukan kebijakan institusional partai.


Jadi Yang Dipermasalahkan Itu Apa?

Biar nggak salah paham, mari kita luruskan.

Masalah utamanya bukan siapa pemilik dapurnya.

Yang jadi sorotan adalah:

Apakah dapur-dapur itu benar-benar bekerja sesuai aturan?

Karena program MBG ini bukan program kecil.

Ini menyangkut makanan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita, yang kualitas gizinya harus benar-benar dijaga. Pemerintah sendiri mengaku sedang mempercepat distribusi manfaat MBG terutama untuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) dan kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, balita).

Prasetyo bahkan mengatakan internal Gerindra telah berkali-kali mengingatkan kader yang punya dapur SPPG agar wajib menjaga kualitas sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.


KARTO Bilang Gini…

Aku percaya satu hal.

Rakyat itu sebenarnya sederhana.

Kalau makanannya bagus, anak-anak kenyang, gizinya tepat, distribusinya rapi…

Mau siapa pemilik dapurnya, rakyat mungkin nggak terlalu peduli.

Tapi begitu kualitas turun…

Atau muncul kesan ada “orang dalam” yang terlalu diuntungkan…

Kepercayaan publik bisa langsung runtuh.

Karena program rakyat itu sensitif.

Sekali muncul bau kepentingan politik, orang langsung curiga.

Dan itu bahaya.


Penutup: Program Bagus Jangan Sampai Rusak Karena Persepsi

Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu program besar pemerintahan Presiden Prabowo yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Tapi justru karena besar…

Pengawasannya juga harus lebih ketat.

Karena rakyat tidak cuma ingin mendengar satu kalimat:

“Sudah sesuai SOP.”

Rakyat juga ingin melihat bukti bahwa makanan yang sampai ke anak-anak mereka memang benar-benar berkualitas, bersih, dan tidak jadi arena permainan siapa pun.