TSM7GfYpGUWoGUr7BUr0GSO9

Profil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto: Dari Dunia Reserse hingga Memimpin Polri


PulihSeketika.Com
 - JAKARTA — Setiap kali seorang Kapolri baru dilantik, perhatian masyarakat biasanya tertuju pada satu pertanyaan:

Siapa sebenarnya sosok yang sekarang memimpin Kepolisian Negara Republik Indonesia?

Pertanyaan itu menjadi semakin menarik setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia atau Kapolri pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.

Suyudi menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang sebelumnya memimpin Polri sejak Januari 2021. Bersamaan dengan pelantikan tersebut, Suyudi yang sebelumnya berpangkat Komisaris Jenderal mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Jenderal Polisi.

Pergantian tersebut sekaligus membuka babak baru perjalanan karier seorang perwira yang cukup panjang bersentuhan dengan dunia reserse dan penegakan hukum.

Siapa Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto?

Suyudi Ario Seto merupakan perwira tinggi Polri yang lahir di Pandeglang, Banten.

Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994.

Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian, perjalanan kariernya berkembang melalui berbagai penugasan, terutama di bidang reserse.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian atau PTIK dan menyelesaikannya pada 2003.

Dalam perjalanan pendidikannya, Suyudi juga menempuh pendidikan hukum dan magister sains. Pada 31 Januari 2026, ia memperoleh gelar Doktor Honoris Causa bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara.

Artinya, perjalanan Suyudi tidak hanya dibangun melalui pengalaman lapangan, tetapi juga melalui pendidikan kepolisian dan akademik.

Mengawali Karier dari Lapangan

Salah satu hal yang menonjol dari perjalanan Suyudi adalah pengalamannya di berbagai satuan kewilayahan.

Pada masa awal kariernya, ia pernah mendapat penugasan di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Beberapa posisi yang pernah dijalaninya antara lain Kapolsek Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, dan Kapolsek Metro Penjaringan.

Dari posisi-posisi tersebut, kariernya kemudian berkembang menuju tingkat yang lebih tinggi.

Ia dipercaya menjadi Kapolres Majalengka pada periode 2014–2015.

Setelah itu, ia menjabat Kapolres Bogor Kabupaten pada 2015–2016 dan kemudian Kapolresta Bogor pada 2016–2017.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan kariernya tidak hanya berada di tingkat pusat.

Ia juga memiliki pengalaman memimpin organisasi kepolisian di daerah dan berhadapan langsung dengan berbagai persoalan keamanan serta penegakan hukum.

Masuk ke Bareskrim Polri

Tahun 2017 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan karier Suyudi.

Ia mendapat penugasan di Bareskrim Polri.

Di lingkungan tersebut, ia pernah dipercaya sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus serta Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.

Kemudian pada 2019, ia kembali bertugas di Polda Metro Jaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum.

Rangkaian jabatan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman Suyudi cukup banyak berada di bidang penegakan hukum dan reserse.

Dunia reserse sendiri menuntut kemampuan menangani perkara, mengumpulkan informasi, melakukan penyelidikan dan penyidikan, serta memahami berbagai bentuk kejahatan.

Karena itu, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju jabatan pimpinan tinggi Polri.

Wakapolda Metro Jaya hingga Kapolda Banten

Karier Suyudi kemudian berkembang ke posisi pimpinan strategis di tingkat kewilayahan.

Ia dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023–2024.

Setelah itu, ia mendapat amanah sebagai Kapolda Banten pada 2024–2025.

Dua posisi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Suyudi menuju tingkat kepemimpinan nasional.

Seorang Kapolda tidak hanya berhadapan dengan persoalan kriminalitas.

Ia juga harus mengelola organisasi kepolisian dalam wilayah yang memiliki karakter masyarakat, tingkat aktivitas ekonomi, persoalan sosial, dan tantangan keamanan yang berbeda-beda.

Memimpin BNN

Pada 25 Agustus 2025, Suyudi mendapat tugas baru di luar struktur kepolisian daerah ketika dipercaya menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional atau BNN.

Jabatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam menghadapi persoalan narkotika yang memiliki dimensi nasional bahkan internasional.

BNN mencatat bahwa selama masa kepemimpinannya, Suyudi mengedepankan semangat “War on Drugs for Humanity”, yaitu pendekatan pemberantasan jaringan narkotika yang disertai perhatian terhadap sisi kemanusiaan dalam penanganan korban penyalahgunaan narkotika.

Salah satu program yang dikembangkan pada masa kepemimpinannya adalah ANANDA BERSINAR, yang menempatkan anak sebagai salah satu fokus dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika.

Program tersebut melibatkan keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.

Pengungkapan Jaringan Narkotika Internasional

Pengalaman Suyudi di BNN juga diwarnai sejumlah pengungkapan kasus narkotika.

Portal Humas Polri mencatat salah satu perkara yang menjadi perhatian adalah pengungkapan penyelundupan dua ton sabu yang dikaitkan dengan jaringan internasional.

BNN menyebut nilai narkotika dalam kasus tersebut mencapai sekitar Rp5 triliun.

Bagi perjalanan karier Suyudi, pengalaman tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya sebelum kemudian kembali ke institusi Polri sebagai orang nomor satu.

Dari BNN Kembali Memimpin Polri

Kemudian datang keputusan besar pada akhir September 2026.

Presiden mengusulkan Suyudi sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo.

Komisi III DPR RI kemudian melakukan uji kelayakan dan kepatutan.

Setelah melalui proses tersebut, DPR menyetujui Suyudi sebagai Kapolri.

Persetujuan kemudian dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI pada 1 Oktober 2026.

Tidak lama setelah proses tersebut selesai, Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara.

Dengan demikian, perjalanan Suyudi yang dimulai dari berbagai penugasan di lapangan, reserse, pimpinan kewilayahan, hingga BNN berlanjut ke posisi tertinggi dalam struktur kepolisian.

Apa Tugas Kapolri?

Menjadi Kapolri tentu bukan sekadar memperoleh jabatan tertinggi di institusi Polri.

Kapolri memiliki tanggung jawab besar terhadap organisasi yang menjalankan fungsi kepolisian di seluruh Indonesia.

Mulai dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Artinya, keputusan yang diambil oleh seorang Kapolri dapat bersentuhan dengan kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek.

Karena itu, perhatian publik terhadap kepemimpinan baru Polri merupakan sesuatu yang wajar.

Pengalaman Reserse Menjadi Bagian dari Modal Kepemimpinan

Jika melihat perjalanan kariernya, pengalaman reserse merupakan salah satu bagian yang cukup kuat dalam profil Suyudi.

Ia pernah berada di tingkat Polsek.

Kemudian memimpin Polres.

Masuk ke Bareskrim.

Menjadi Direktur Reserse Kriminal Umum.

Kemudian Wakapolda dan Kapolda.

Setelah itu memimpin BNN.

Perjalanan panjang tersebut memberikan pengalaman dari berbagai tingkat organisasi.

Namun bagaimana pengalaman tersebut akan diterjemahkan ke dalam kepemimpinan Polri merupakan sesuatu yang baru dapat dilihat melalui kebijakan dan kinerja selama masa jabatannya.

Di sinilah masyarakat mempunyai peran penting.

Masyarakat dapat melihat, mengikuti, dan memberikan penilaian berdasarkan kebijakan serta hasil kerja yang benar-benar terjadi.

Tantangan Kapolri Baru

Polri menghadapi persoalan yang terus berkembang.

Kejahatan konvensional masih menjadi perhatian.

Namun perkembangan teknologi juga menghadirkan bentuk kejahatan baru.

Penipuan digital, kejahatan siber, penyalahgunaan teknologi, perdagangan ilegal, narkotika, serta berbagai bentuk kejahatan lintas wilayah membutuhkan kemampuan penegakan hukum yang terus beradaptasi.

Di sisi lain, masyarakat juga berharap pelayanan kepolisian semakin mudah, cepat, profesional, dan dapat diakses.

Hubungan antara polisi dan masyarakat juga menjadi bagian penting.

Sebab kepolisian pada akhirnya bekerja di tengah masyarakat.

Harapan Masyarakat kepada Kapolri

Ketika seorang Kapolri baru dilantik, harapan masyarakat biasanya tidak jauh dari persoalan yang mereka temui sehari-hari.

Masyarakat ingin merasa aman.

Korban kejahatan ingin mendapatkan perlindungan.

Masyarakat ingin proses hukum berjalan sesuai aturan.

Mereka juga ingin pelayanan kepolisian dapat dilakukan dengan baik.

Harapan-harapan tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab melalui kerja nyata.

Bukan hanya melalui pernyataan.

Dari Pandeglang Menuju Puncak Kepemimpinan Polri

Perjalanan Suyudi Ario Seto merupakan perjalanan panjang seorang perwira kepolisian.

Dari Pandeglang.

Masuk Akademi Kepolisian.

Menjalani penugasan di berbagai wilayah.

Mendalami dunia reserse.

Memimpin satuan kewilayahan.

Menempati posisi strategis di Bareskrim dan Polda Metro Jaya.

Menjadi Wakapolda Metro Jaya.

Menjadi Kapolda Banten.

Kemudian memimpin BNN.

Dan akhirnya, pada 1 Oktober 2026, berdiri sebagai Jenderal Polisi dan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Perjalanan tersebut menunjukkan panjangnya proses yang dilalui sebelum seseorang sampai pada posisi tersebut.

Namun menjadi Kapolri bukanlah akhir dari perjalanan.

Justru di sinilah tanggung jawab terbesar dimulai.

Karena di balik seragam dan pangkat seorang Kapolri terdapat institusi besar dengan anggota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dan di balik institusi tersebut terdapat masyarakat yang berharap polisi hadir ketika mereka membutuhkan perlindungan.

Kini, publik akan mengikuti bagaimana Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjalankan amanah tersebut.

Bukan hanya bagaimana ia memimpin institusi.

Tetapi juga bagaimana Polri hadir di tengah masyarakat.

NEWS DJ BANGSA EAA — PulihSeketika.Com

0Komentar

https://www.pulihseketika.com/2026/08/10000-orang-rp10000-daftar-pendukung.html
https://www.pulihseketika.com/2026/08/10000-orang-rp10000-daftar-pendukung.html
© Copyright - PULIHSEKETIKA.COM - FRESH NEWS ENTERTAINMENT FOR YOU #waktunyapulih
Berhasil Ditambahkan

Tulis Apa Yang Ingin Kamu Cari Dan Tekan ENTER Untuk Mencari.