PULIHSEKETIKA.COM
 - Penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Semarang masih menjadi perhatian serius. Yayasan Peduli Kelompok Dukungan Sebaya (PEKA) Semarang mengungkapkan bahwa sebagian besar penularan masih dipicu oleh perilaku seksual berisiko. Di sisi lain, masih banyak orang yang hidup dengan HIV tetapi belum mengetahui status kesehatannya sehingga berpotensi menularkan virus tanpa disadari.


Saya ADI SINATRA, akan mengulas perkembangan terbaru mengenai upaya pencegahan HIV di Kota Semarang.


Ketua Yayasan PEKA Semarang, Andi Dwi Pramono, menjelaskan bahwa penularan HIV di Semarang hingga kini masih didominasi oleh hubungan seksual berisiko, baik heteroseksual maupun homoseksual, tanpa penggunaan alat pelindung. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan bahwa edukasi mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV masih perlu terus diperkuat di masyarakat.


PEKA juga menemukan bahwa masih banyak orang yang telah terinfeksi HIV, tetapi belum pernah menjalani tes sehingga tidak mengetahui status kesehatannya. Situasi tersebut menjadi tantangan besar karena seseorang yang tidak menyadari dirinya terinfeksi berpotensi menularkan virus kepada pasangan apabila tidak melakukan pencegahan maupun pengobatan.


Untuk mengatasi persoalan tersebut, berbagai pihak terus mendorong masyarakat yang memiliki faktor risiko agar tidak ragu menjalani tes HIV secara sukarela. Deteksi dini dinilai sangat penting karena orang dengan HIV yang mendapatkan terapi antiretroviral (ARV) secara teratur dapat hidup sehat, produktif, dan secara signifikan menurunkan risiko penularan kepada orang lain.


Selain pemeriksaan, PEKA bersama fasilitas layanan kesehatan juga terus melakukan edukasi mengenai pentingnya perilaku seksual yang lebih aman, menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian, serta menghapus stigma terhadap orang yang hidup dengan HIV. Stigma dinilai masih menjadi salah satu penyebab banyak orang enggan memeriksakan diri atau mengakses layanan kesehatan.


Para pegiat kesehatan berharap masyarakat semakin memahami bahwa HIV bukan sekadar persoalan individu, melainkan isu kesehatan masyarakat yang membutuhkan kerja sama semua pihak. Edukasi, deteksi dini, akses pengobatan, serta dukungan kepada orang yang hidup dengan HIV menjadi langkah penting untuk menekan angka penularan di masa mendatang.


Demikian BERITA TERKINI ADI SINATRA hari ini. Saya akan terus menghadirkan informasi nasional, daerah, maupun internasional yang sedang menjadi perhatian publik dengan penyajian yang informatif, berimbang, dan mudah dipahami. Tetap ikuti PULIHSEKETIKA.COM untuk mendapatkan berita terbaru setiap harinya.