PULIHSEKETIKA.COM - Polemik pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) terus memicu perdebatan. Setelah lima peserta dilaporkan meninggal dunia selama mengikuti pelatihan, pakar hukum tata negara Feri Amsari menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan tersebut dan menilai negara telah keliru dalam menerapkan prinsip administrasi publik.
Saya ADI SINATRA, akan mengulas perkembangan terbaru dari polemik yang kini menjadi perhatian publik nasional.
Feri Amsari mempertanyakan alasan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) harus mengikuti pelatihan bergaya militer. Menurutnya, tujuan program tersebut adalah menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola koperasi dan pembangunan ekonomi desa, sehingga materi pelatihan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan kompetensi pekerjaan, bukan latihan dasar kemiliteran.
Ia menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan prinsip administrasi publik yang mengharuskan setiap program pemerintah dirancang sesuai fungsi dan tujuan yang ingin dicapai. Feri menyatakan bahwa pelatihan yang tidak relevan dengan tugas peserta berpotensi menimbulkan risiko yang sebenarnya dapat dihindari.
Pernyataan tersebut muncul setelah jumlah peserta SPPI yang meninggal dunia saat mengikuti Latsarmil bertambah menjadi lima orang. Para peserta yang meninggal berasal dari sejumlah lokasi pelatihan berbeda. Berdasarkan keterangan resmi yang telah disampaikan sebelumnya oleh Kementerian Pertahanan, penyebab kematian yang dilaporkan antara lain heat stroke, henti jantung (cardiac arrest), dan kondisi medis lain yang masih dalam pendalaman.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan menyatakan telah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Latsarmil. Pemerintah menegaskan program pembentukan calon manajer koperasi tetap berjalan dengan berbagai perbaikan, termasuk memperketat pemeriksaan kesehatan peserta serta mengevaluasi metode pelatihan agar aspek keselamatan menjadi prioritas utama.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPR juga meminta pelaksanaan Latsarmil dihentikan sementara sampai investigasi terhadap penyebab meninggalnya lima peserta selesai dilakukan. Mereka menekankan bahwa keselamatan peserta harus menjadi prioritas dan meminta evaluasi dilakukan secara transparan agar kejadian serupa tidak terulang.
Polemik mengenai Latsarmil SPPI kini masih terus bergulir. Berbagai kalangan, mulai dari akademisi, DPR, hingga organisasi masyarakat sipil, mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep pelatihan agar selaras dengan tujuan program sekaligus menjamin perlindungan terhadap seluruh peserta.
Demikian BERITA TERKINI ADI SINATRA hari ini. Saya akan terus menghadirkan informasi nasional, daerah, maupun internasional yang sedang menjadi perhatian publik dengan penyajian yang informatif, berimbang, dan mudah dipahami. Tetap ikuti PULIHSEKETIKA.COM untuk mendapatkan berita terbaru setiap harinya.
.jpg)

0Komentar