PULIHSEKETIKA.COM - Halo, Sobat Bola! Bersama TRAVIS HOLO, kita bahas salah satu kejutan terbesar di babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Timnas Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat setelah kalah dramatis dari Paraguay melalui adu penalti. Pertandingan berlangsung sengit selama 120 menit dan berakhir imbang 1-1 sebelum akhirnya Paraguay menang 4-3 dalam babak tos-tosan.
Paraguay tampil disiplin sejak awal laga. Julio Enciso membawa tim Amerika Selatan unggul lebih dulu, namun Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan pada babak kedua sehingga pertandingan berlanjut hingga perpanjangan waktu.
Jerman sebenarnya sempat merasa sudah mencetak gol kemenangan ketika Jonathan Tah membobol gawang Paraguay di extra time. Namun setelah peninjauan VAR, gol tersebut dianulir karena dianggap terjadi pelanggaran terhadap kiper Paraguay. Keputusan ini menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam pertandingan.
Pada babak adu penalti, keberuntungan tidak berpihak kepada Der Panzer. Kai Havertz gagal mengeksekusi penalti, disusul Nick Woltemade dan Jonathan Tah yang juga tidak mampu membawa Jerman unggul. Di sisi lain, kiper Paraguay Orlando Gill tampil sebagai pahlawan dengan beberapa penyelamatan penting sebelum Jose Canale memastikan kemenangan Paraguay melalui tendangan penentu.
Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Jerman karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia mereka kalah dalam adu penalti. Rekor sempurna yang selama puluhan tahun menjadi kebanggaan akhirnya terhenti di tangan Paraguay.
Sementara itu, Paraguay mencatat sejarah dengan melaju ke babak 16 besar dan kini menunggu pemenang laga Prancis melawan Swedia sebagai lawan berikutnya. Kepercayaan diri mereka tentu semakin tinggi setelah berhasil menyingkirkan salah satu raksasa sepak bola dunia.
Opini TRAVIS HOLO
Inilah bukti bahwa di Piala Dunia tidak ada lawan yang bisa diremehkan. Dominasi penguasaan bola dan nama besar tidak selalu menjamin kemenangan. Paraguay menunjukkan bahwa organisasi permainan, mental baja, dan kiper yang tampil luar biasa bisa menjadi pembeda.
Menurut kalian, apakah kekalahan Jerman murni karena kurang tajam di depan gawang, atau keputusan VAR yang menganulir gol Jonathan Tah menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan?
Tulis pendapat kalian di kolom komentar!


0Komentar